SHIAHINDONESIA.COM – Dalam menggali makna Al-Quran, seringkali timbul pertanyaan seputar larangan para Ahlulbait untuk menjelaskan Al-Quran dengan menggunakan Al-Quran itu sendiri.
Beberapa interpretasi menyiratkan bahwa tindakan ini dapat membingungkan isi Al-Quran. Mari kita menjelajahi jawaban dari para ulama terkemuka terhadap keraguan ini, yang menyoroti pentingnya menjelaskan Al-Qur’an dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an lainnya untuk memahami konteks dan menjaga konsistensi makna di dalamnya.
Syubhat:
Saya mendengar adanya pelarangan para Imam Maksum untuk menjelaskan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an. Bagaimana kita menanggapi klaim ini?
Jawaban:
Beberapa orang akhbari (sekelompok orang yang hanya berpegang teguh pada al-quran dan riwayat dalam mengeluarkan sebuah hukum) berpendapat bahwa Ahlulbait yang dijaga oleh Allah (mereka yang terlindungi dari kesalahan) melarang orang lain untuk menjelaskan Al-Quran menggunakan ayat Al-Quran lainnya.
Mereka menyatakan bahwa dalam beberapa hadis yang mengkritik “menggunakan Al-Quran untuk menjelaskan Al-Qur’an,” Ahlulbait dimaksudkan agar orang tidak menjelaskan Al-Qur’an dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an lainnya.
Syekh Anshari dan para ulama ushul (sekelompok orang yang tidak hanya berpegang teguh pada al-Quran dan riwayat, tapi juga melibatkan akal dalam mengeluarkan hukum syariat) dalam pembahasan ‘hujjiyah dzawahir al-Quran’ menjelaskan keraguan ini:
Yang dimaksud dengan larangan “menggunakan Al-Quran untuk menjelaskan Al-Quran” adalah menciptakan kebingungan dan ketidakstabilan dalam Al-Quran.
Ini terjadi ketika seseorang kembali pada ayat-ayat umum sebelum memeriksa konteks yang spesifik, dan mengabaikan ayat-ayat yang membatasi.
Juga tidak merujuk pada ayat-ayat yang menjelaskan. Padahal, Al-Qur’an adalah suatu sistem yang terpadu dan saling terkait.
Jadi, menjelaskan Al-Qur’an dengan Al-Quran sebenarnya bertujuan untuk menjaga konsistensi dan keterkaitan antar-ayat Al-Quran.
Tetapi, menjelaskan tanpa memperhatikan ayat-ayat lain dapat menyebabkan keluarnya ayat tersebut dari konteksnya.
Oleh karena itu, menjelaskan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an adalah cara untuk menjaga agar semua ayat tetap terhubung satu sama lain.
Sumber:
1. Faraid Al-Usul, jilid 1, hal.9
*Artikel ini diterjemahkan dan diolah dari artikel asli yang bisa dilihat di sini





