Jawab Syubhat: Apa Benar Al-Quran adalah Karya Tuhan? (bagian 2)

SHIAHINDONESIA.COM – Lebih lanjut, sebagian orang melontarkan syubhat yang kedua yang menarik untuk kita bahas:

Syubhat:

Para ahli bahasa Arab yang terampil dan berpengetahuan mampu menyusun kata-kata yang serupa dengan yang terdapat dalam Al-Quran, atau setidaknya sebagian dari kata-kata tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menyusun kata-kata Al-Quran, karena prinsip peribahasa yang berlaku baik dalam hal yang diperbolehkan maupun yang tidak diperbolehkan sama. Oleh karena itu, dapat dianggap wajar bahwa kemampuan ini dapat diperluas untuk menyusun surah atau bahkan beberapa surah, atau setidaknya sebagian besar dari Al-Quran.

Jawaban:

Dalam menanggapi argumen tersebut, kami menyatakan bahwa mukjizat Al-Quran tidak terletak pada kata-kata yang tersebar dan independen satu sama lain, melainkan pada struktur dan gaya penulisannya, serta pada isi dan makna yang diungkapkan melalui struktur dan gaya tersebut dalam konteks yang kohesif dan terhubung.

Ada perbedaan yang jelas antara asumsi kemampuan untuk menyusun kata-kata yang tersebar, tidak peduli seberapa banyaknya, dan kemampuan untuk menyusunnya dalam kerangka struktur bahasa yang ekspresif. Perbedaan ini tidak memerlukan bukti, karena merupakan hal yang nyata yang dirasakan oleh setiap orang yang memperhatikan.

Banyak orang mungkin memiliki kemampuan untuk mengucapkan banyak kata dalam bahasa Arab, tetapi tidak dapat menyusunnya menjadi puisi atau karya sastra yang indah, atau menyusunnya menjadi pidato yang tepat, sama seperti seseorang yang menyediakan bahan-bahan untuk karya kreatif sederhana, tetapi tidak mampu membangun bangunan atau proyek teknik yang rumit meskipun mengandung bahan-bahan tersebut.

Hal yang sama berlaku untuk isi dan makna. Seseorang mungkin mampu menyampaikan satu atau dua gagasan, tetapi tidak mampu menyampaikan jumlah besar dan beragam gagasan yang terhubung satu sama lain, terutama ketika mempertimbangkan kondisi objektif dan subjektif yang sama yang menjadi latar belakang turunnya Al-Quran dan tantangan yang dihadapinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top