SHIAHINDONESIA.COM – Tak sedikit yang mengira, bahkan sampai pada derajat yakin, bahwa cara wudhu orang Syiah salah dan berbeda dengan kebanyakan kaum Muslim. Namun, taukah Anda bahwa cara wudhu mereka sebenarnya tertulis juga di dalam kitab Ahlusunnah.
Artinya, sumber yang mereka gunakan tidak semata dari kitab-kitab Syiah itu sendiri, melainkan juga dari kitab-kitab yang dipercayai di dalam mazhab Ahlusunnah. Di dalam kitab al-Fawa’id Al-Ghilaniyat karya Abu Bakr as-Syafi’I (ulama Ahlusunnah), di sana dijelaskan bagaimana cara berwudhu Nabi Saw.
Sebelum kita berbicara bagaimana cara nabi berwudhu, mari sejenak kita berkenalan lebih dulu dengan kitab tersebut. Kitab Al-Ghilaniyat adalah suatu kumpulan hadis yang terdapat dalam matan hadis dari “Al-Kutub as-sittah’ (enam kitab sumber utama di dalam Ahlusunnah).
Beberapa di antaranya mencakup kitab-kitab terkenal seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan. Kitab ini memuat narrasi-narrasi yang diperoleh dari sahabat Rasulullah SAW, yang menjadi sumber penting dalam studi hadis.
Di dalam kitab tersebut, penulis menuturkan, bahwa suatu hari Ibnu Abbas (sahabat nabi) berkata,
عَبَّاسٍ قَالَ: ” أَلَا أُحَدِّثُکُمْ بِوُضُوءِ النَّبِیِّ صَلَّى اللهُ عَلَیْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: فَمَضْمَضَ مَرَّةً، مَرَّةً، وَاسْتَنْشَقَ مَرَّةً مَرَّةً، وَغَسَلَ وَجْهَهُ مَرَّةً، وَیَدَیْهِ مَرَّةً، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَرِجْلَیْه
“Tidakkah saya memberi tahu tentang tata cara wudhu nabi kepada kalian?” lalu ia melanjutkan.
“Rasulullah Saw. sebanyak dua kali berkumur, dan dua kali membersihkan hidungnya. Lalu, barulah ia membasuh wajahnya, dan kedua tangannya, lalu mengusap kepalanya dan kedua kakinya.”
Hadis tersebut sahih dan para perawinya juga dapat dipercaya dan jujur.
Seperti itulah kesaksian seorang sahabat nabi terkait dengan tata cara wudhu sang nabi. Dan kalau kita perhatikan orang Syiah saat berwudhu, sama seperti itulah caranya. Semoga bermanfaat.








