SHIAHINDONESIA.COM – Jika kita bertanya, apa motivasi Imam Husain bangkit dari Makkah hingga syahid di Karbala, maka kita dapat mengerucutkan dari sederet perjalanan itu, hingga ia meneguk cawan syahadah, ialah untuk menghidupkan nilai-nilai agama (Islam).
Namun, meski begitu, ada baiknya jika kita mengetahui beberapa detail dari tujuan Imam Husain bangkit ke Karbala. Redaksi shiahindonesia.com, mencoba merangkum dari beberapa poin tersebut, yang bisa kita simak bersama sebagai berikut.
Penolakan Imam Berbaiat kepada Yazid
Seperti yang kita tahu, bahwa Yazid memerintahkan gubernur Madinah, yang kala itu dipegang oleh Walid bin Uthbah untuk memaksa Imam Husain agar berbaiat kepadanya. Yazid mengancam Imam Husain memenggal kepalanya jika ia tak berbaiat kepada Yazid. Ketika Imam Husain tahu itu, maka dia berkata dengan penuh keberanian, “Jika umat Islam rusak di bawah kepemimpinan Yazid, maka nilai-nilai Islam harus dihidupkan, dan berbaiat kepada Yazid haruslah dilarang!”
Amar Makruf Nahi Munkar
Salah satu tujuan kebangkitan Imam Husain adalah untuk melakukan amar makruf nahi munkar, sebagaimana yang ia katakan di dalam wasiatnya kepada saudaranya, Muhammad bin Hanafiyah,
“Aku ingin menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, dan menapaki jalan kakekku Rasulullah dan ayahku, Ali bin Abi Thalib.”
Memperbaiki Umat
Umat di zaman Imam Husain telah sampai pada puncak kehancuran yang luar biasa. Sehingga hal itu mendorong Imam Husain untuk bangkit demi memperabaiki umat kakekkanya yang sudah sangat jauh dari nilai-nilai kesilaman.
Di dalam wasiatnya kepada Muhammad bin Hanafiyah ia berkata, “Sesungguhnya, aku tidak keluar (bangkit) untuk bersenang-senang, berbuat kerusakan atau berbuat kezaliman. Sungguh, aku bangkit untuk memperbaiki umat kakkeku, Rasulullah Saw…”
Undangan Orang-orang Kufah
Ketika Imam Husain berada di Madinah, sebanyak dua belas ribu surat dari orang Kufah dikirimkan kepada Imam Husain, yang isi dari surat-surat tersebut adalah untuk membantu Imam Husain dalam menegakkan nilai-nilai Islam. Apa jadinya jika Imam Husain tak memenuhi undangan itu? Tentu ia telah berlepas dari tanggung jawab, sebab ia memiliki taklif (tugas) untuk membangun lingkungan yang islami yang berpegang teguh pada hukum-hukum Islam juga membenahi umat yang sangat jauh dari nilai-nilai agama dan keislaman.






