Siapakah yang Dimaksud ‘Mukmin’ dan ‘Kafir’ di Dalam Al-Qur’an?

SHIAHINDONESIA.COM – Ungkapan “Ya Ayyuhalladzina ‘Amanu” disebutkan di dalam Al-Quran lebih dari delapan puluh kali. Maksud dari kata Mukmin yang disebut di dalam al-Quran adalah mereka umat Rasulullah Saw. Kalimat “Alladzina ‘Amanu” merupakan ungkapan yang penuh dengan penghormatan, dan menjadi kebanggaan bagi mereka (kaum mukmin). Adapun umat sebelum Islam disebut dengan kata ‘kaum’, seperti ‘Kaum…

Baca Selengkapnya...

Siapakah Ya’juj dan Ma’juj di Dalam Al-Quran? (Bagian 2)

SHIAHINDONESIA.COM – Dinukil dari Allamah Husaini Tehrani, di dalam kitabnya tentang Hari Kebangkitan, setidaknya ada dua kata yaitu “Mongok” atau “Monchog” kemudian dalam bahasa Ibrani dan Arab menjadi Ya’juj dan Ma’juj dan dalam bahasa Yunani menjadi “Gok” dan “Magog” dan dari kemiripan antara Magog dan Mangog, dapat dikatakan bahwa kata ini berevolusi dari kata Cina…

Baca Selengkapnya...

Siapakah Ya’juj dan Ma’juj di Dalam Al-Quran? (Bagian 1)

SHIAHINDONESIA.COM – Sumber utama tentang Ya’juj dan Ma’juj adalah Al-Qur’an, dan referensi mengenai kaum ini juga terdapat dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Para ahli tafsir dan sejarawan menggunakan kedua sumber ini dan meneliti bukti-bukti sejarah mereka menyimpulkan bahwa mereka adalah yang dimaksud kaum Ya’juj dan Ma’juj. Pembangunan Bendungan Oleh Zulkarnain Al-Qur’an menyebutkan Ya’juj dan Majuj di…

Baca Selengkapnya...

Inilah Alasan Kenapa Al-Qur’an Turun Secara Bertahap

SHIAHINDONESIA.COM – Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, Taurat diturunkan dengan cara sekaligus. Mungkin timbul pertanyaan mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan dengan cara yang sekaligus, seperti Taurat. Untuk menjawab pertanyaan ini, maka perlu kiranya untuk melihat alasannya, dengan membaca jawaban di bawah ini. Alasan turunnya Taurat  dengan cara sekaligus, di antara para ahli tafsir, Allamah Taba’taba’i pernah menulis…

Baca Selengkapnya...

Refleksi Atas Keberatan Kaum Orientalis terhadap Turunnya Al-Qur’an (Bagian 5)

Caskill menulis: Yahudi Arab tidak pernah nyata; sebaliknya mereka hanya berpura-pura menjadi orang Yahudi (Javad Ali, 1970: 530/6). Winkle berkata: “Orang-orang Yahudi di pulau Arab tidak stabil terhadap prinsip-prinsip Yudaisme mana pun.” (Salem al-Haj, 2002: 1/287). Ketika orang-orang Arab Yahudi sebelum Islam tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang ajaran dan hukum Yahudi, dan mereka juga…

Baca Selengkapnya...

Refleksi Atas Keberatan Kaum Orientalis terhadap Turunnya Al-Qur’an (Bagian 4)

SHIAHINDONESIA.COM – 3. Orang-orang Arab Hanfa, meskipun mereka bukan penyembah berhala, namun jumlah mereka sangat sedikit dan keyakinan mereka berada dalam aura ambiguitas, dan tidak jelas apa gagasan mereka tentang Tuhan dan Keesaan-Nya, tentang hari pengutasn nabi serta  pengetahuan Al-Quran dan keyakinan di dalam Islam. Dan satu-satunya yang ada dari mereka terangkum dalam empat pendapat…

Baca Selengkapnya...

Refleksi Atas Keberatan Kaum Orientalis terhadap Turunnya Al-Qur’an (Bagian 3)

SHIAHINDONESIA.COM – Goldziher berkata: Hal-hal yang disampaikan Al-Qur’an tentang keadaan hari kiamat dan syarat-syaratnya, serta kabar baik yang disampaikan Nabi tentang urusan akhirat, semuanya merupakan kumpulan ajaran dan pendapat agama masa lampau, yang Nabi Saw. mengetahui kaitannya dengan unsur-unsur Yahudi, Nasrani dan lain-lain. Dan ia dipengaruhi oleh unsur-unsur tersebut sedemikian rupa sehingga pengaruh-pengaruh tersebut mencapai…

Baca Selengkapnya...

Kisah Inspiratif dari Tafsir Imam Al-Askari: Kejujuran, Kebijaksanaan, dan Kehendak Ilahi

SHIAHINDONESIA.COM – Dalam berbagai kisah dalam tafsir Imam Al-Askari, terdapat pelajaran-pelajaran berharga tentang kejujuran, kebijaksanaan, dan kehendak Allah SWT. Kisah-kisah ini tidak hanya memberikan wawasan tentang keagamaan, tetapi juga memberikan inspirasi bagi kita untuk menjalani hidup dengan kebenaran dan keyakinan yang teguh. Salah satu kisah yang menarik adalah ketika Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi…

Baca Selengkapnya...

Refleksi Atas Keberatan Kaum Orientalis terhadap Turunnya Al-Qur’an (Bagian 2)

SHIAHINDONESIA.COM – Salah satu dampak penting dari perpindahan agama pada masa Pencerahan adalah tingginya minat terhadap kehidupan dan risalah Nabi Muhammad Saw. Pada abad ke-18, sebagian peneliti Kristen menganggap Nabi Muhammad  adalah seorang misionaris agama yang lebih natural dan rasional dibandingkan agama Kristen. Menurut beberapa argumen, bahwa Nabi adalah utusan ilahi untuk membantu agama Kristen…

Baca Selengkapnya...

Refleksi Atas Keberatan Kaum Orientalis terhadap Turunnya Al-Qur’an (Bagian 1)

SHIAHINDONESIA.COM – Permasalahan paling mendasar dalam penelitian dan penyelidikan para orientalis adalah sikap irasional yang berprasangka buruk terhadap Al-Quran dan Islam. Oleh karena itu, tidak ada satu pun permasalahan mereka yang mengikuti jalur ilmiah dan penelitian yang benar, dan tidak ada satu pun permasalahan mereka yang menyajikan dokumen sejarah yang dapat membuktikan klaim mereka. Kita…

Baca Selengkapnya...
Back To Top