Benarkah Orang Syiah Meyakini Kalau Allah Memiliki Jari-Jemari?

SHIAHINDONESIA.COM – Sekolompok orang yang memiliki kebencian kepada para pengikut Syiah, mereka sebisa mungkin membuat isu-isu miring tentang mazhab Syiah, dengan tujuan—salah satunya—adalah mengajak manusia benci terhadap kelompok tersebut.

Salah satu upaya mereka adalah dengan menciptakan syubhat-syubhat (kesamaran/keraguan-raguan) terhadap keyakinan mazhab Syiah, sebagaimana syubhat berikut ini.

SYUBHAT:

Allamah Majlisi menyebutkan di dalam kitabnya, Ainul Hayat, bahwa hati-hati di antara dua jari dari jari jemarinya Allah. Maka, jika demikian orang-orang Syiah meyakini kalau Allah memiliki fisik.

JAWAB:

Allamah Majlisi menyebutkan riwayat (yang dijadikan syubhat oleh kaum nasibi) adalah hasil kutipan dari kitab Ilalu as-Syara’i’ karya Syekh Shadiq. Riwayat aslinya berbunyi sebagai berikut.

حدثنا أحمد بن محمد عن أبیه عن محمد بن أحمد عن موسى بن عمر عن ابن سنان عن أبی سعید القماط عن حمران، قال: سمعت أبا جعفر (ع) یقول: إذا کان الرجل على یمینک على رأی ثم تحول إلى یسارک فلا تقل إلا خیرا ولا تبرأ منه حتى تسمع منه ما سمعت وهو على یمینک فان القلوب بین إصبعین من أصابع الله یقلبها کیف یشاء ساعة کذا وساعة کذا وان العبد ربما وفق للخیر

Bercerita kepada kami Ahmad bin Muhammad dari ayahnya, dari Muhammad bin Ahmad dari Musa bin Umar dari Sanan dari Abi Sa’id al-Qamad dari Hamran, ia berkata, ” Aku mendengar dari Imam Baqir As berkata, Beliau berkata, ‘ Jika ada seseorang yang berada di sebelah kananmu yang sedang menyampaikan suatu pendapat, kemudian menoleh ke kiri,

maka janganlah kamu berkata apa-apa selain kebaikan dan janganlah kamu mengingkarinya hingga kamu mendengar darinya apa yang kamu dengar saat itu. Dia berada di sebelah kananmu, karena hati berada di antara dua jari Allah, Dia memutarnya sesuka hati-Nya pada jam ini dan itu, dan pada jam ini, dan semoga hamba itu diberikan kebaikan.'”

(Ilal as-Syara’i’, Jil. 2, hal. 588, penerbit Darul Murtadho).

Sekarang kita lihat kenapa orang-orang Nasibi tidak menunjukkan sumber aslinya terkait riwayat yang ia bawakan sebagai bahan syubhat yang mereka lontarkan ke Syiah. Syekh Shaduq setelah menukil riwayat di atas, ia berkata (menjelaskan), sebagai berikut.

بین إصبعین من أصابع الله – یعنی بین طریقین من طرق الله یعنی بالطریقین طریق الخیر وطریق الشر ، وان الله عز وجل لا یوصف بالأصابع ولا یشبه بخلقه تعالى عن ذلک علوا کبیرا

“Arti dari di antara dua jari dari jemari Allah adalah di antara dua jalan dari jalan-jalan Allah. Maksud dari dua jalan itu adalah, yang pertama adalah jalan kebaikan dan yang kedua adalah jalan keburukan. Dan Allah Swt. tidak disifati oleh jari-jemari dan tidak diserupai oleh makhluknya. Dia lebih tinggi dari ini.”

Orang-orang Nasibi hingga detik ini tak tahu bahwa sifat Tuhan seperti jari-jemari di dalam Al-Quran dan hadis Ahlulbait adalah kata majaz (kiasan), bukan kata-kata hakiki yang sebenarnya, yang menunjukkan Tuhan memiliki raga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top