SHIAHINDONESIA.COM – Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan dikutip dalam kitab “Al-Ilal” oleh Al-Saduq, menggambarkan momen ketika Aisyah masuk menemui Rasulullah Saw. ketika beliau sedang mencium Fatimah As.
Aisyah kemudian bertanya kepada Rasulullah apakah beliau mencintai Fatimah. Beliau pun menjawab dengan penuh kasih, menyatakan bahwa jika beliau mengetahui sejauh mana cintanya terhadap Fatimah, beliau akan menambahkan cinta tersebut.
Dalam hadis ini, Rasulullah juga menceritakan pengalaman ketika beliau melakukan Isra’ dan Mi’raj, perjalanan malam yang membawanya ke langit. Jibril dan Mikail mengiringi beliau, dan beliau diperlihatkan berbagai lapisan langit.
Di langit keempat, beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim As di taman surgawi, yang kemudian disusul dengan perjalanan ke langit kelima, langit keenam, dan seterusnya.
Puncak perjalanan ini adalah saat Rasulullah memasuki surga dan bertemu dengan pohon cahaya yang indah. Jibril memberi tahu Rasulullah, bahwa pohon ini adalah milik Ali bin Abi Thalib As dan dua malaikat mengurus perhiasan dan perangkat Ali hingga hari kiamat.
Selanjutnya, Rasulullah melihat buah kurma yang lembut dan harum, yang ia makan dan berubah menjadi benih di dalam dirinya. Benih ini kemudian diturunkan ke bumi dan ditanam oleh Khadijah, yang kemudian mengandung Fatimah. Fatimah, yang disebut sebagai “Hawra an-Nisaa” (Bidadari dari wanita), memiliki keharuman yang membawa aroma surga.
*Artikel ini diterjemahkan dan diolah dari artikel asli yang bisa dilihat di sini





