Menjawab Persoalan tentang Imam Mahdi Afs (Bagian 3)

SHIAHINDONESIA.COMApakah Imam Mahdi Menggunakan Alat Perang?

Dalam beberapa hadis, terdapat pernyataan yang kurang jelas mengenai hal ini, dan satu-satunya senjata yang disebutkan dalam hal ini adalah “pedang”.

1. Beberapa orang percaya bahwa penggunaan kata “pedang” dalam arti sebenarnya adalah alat khusus untuk memenangkan perang. Tentu saja kelompok ini mempunyai pembenaran yang berbeda-beda mengenai kemenangan imam atas musuh dengan senjata tersebut, yang terpenting adalah:

A). Ada yang mengatakan: Walaupun Rasulullah Saw. bangkit dengan membawa pedang, namun Allah telah menempatkan pada pedang itu suatu kekuatan dan mukjizat yang menundukkan semua senjata yang ada.

B). Kelompok yang lain mengatakan: Tuhan menonaktifkan semua senjata canggih di zaman kemunculan Imam Mahdi, manusia mau tidak mau menggunakan senjata dasar yang sama (pedang dan sejenisnya) dalam perang, dan oleh karena itu Imam Mahdi berperang dengan pedang yang sama.

C). Meskipun semua senjata tersedia bagi imam, dan bahkan bisa ia gunakan untuk berbuat zalim (jika ia mau), maka imam hanya akan menggunakan senjata pedang, karena salah satu ciri penting dan mendasar dari kebangkitan dan pemerintahan imam adalah “keadilan” dan “penghakiman”.

Dalam banyak hadis, ia disebutkan sebagai perwujudan keadilan yang sempurna, dan salah satu tujuan agama ketuhanan, khususnya Islam dan mazhab Syiah, yaitu yang memberikan kedamaian dan ketentraman pada masyarakat dunia agar di bawah bayang keadilan, seluruh umat manusia dapat mencapai kesempurnaan kemanusiaannya.

D). Yang lain mengatakan: karena banyaknya perang berdarah yang akan terjadi pada malam kemunculannya, semua senjata canggih akan dihancurkan dan sejak saat itu, hanya peralatan sederhana yang akan digunakan dalam perang.

Salah satu alasan pendapat di atas adalah karena banyak hadis yang mengatakan: “Pedang Imam Mahdi adalah pedang Nabi Muhammad Saw”. Dan apabila benar begitu, maka akan sulit untuk memberikan contohnya.

Tentu saja, masing-masing pendapat di atas mengacu pada riwayat. Namun alasan utama pendapat di atas tentang penggunaan senjata sederhana seperti pedang, dibandingkan menggunakan senjata canggih, adalah keadilan dalam memeranginya.

2. Kelompok lain percaya bahwa pedang dalam hal ini merupakan singgungan terhadap kekuasaan dan kekuatan militer. Kelompok ini mengutip beberapa bukti atas klaim tersebut; Seperti halnya kata “pena” yang mengacu pada ilmu pengetahuan dan budaya. Namun yang membuat mereka mengutarakan statemen tersebut adalah meningkatnya kemajuan peralatan militer dan teknologi pertahanan.

Karena pemilik  pemdapat ini belum mampu membangun hubungan antara pedang dan senjata ultra-canggih, maka mereka menggunakan pembenaran tersebut.Mereka menganggap pedang sebagai simbol kekuasaan dan jihad bersenjata, dan mengatakan: Alat apa pun yang menunjukkan keperkasaan Imam Mahdi dapat digunakan.

3. Karena perkembangan ilmu pengetahuan yang luar biasa pada masa itu, mungkin saja disediakan senjata-senjata yang tidak pernah terbayangkan oleh masyarakat saat ini, oleh karena itu diserahkan kepada masyarakatnya.

Selain itu, kebangkitan Imam Mahdi merupakan kebangkitan yang bersandar pada kekuatan Ilahi, dan kekuatan tersebut melampaui imajinasi bahkan para malaikat Ilahi pun akan membantunya. Yang jelas, dikatakan dalam beberapa buku: selama kebangkitan imam, senjata canggih gagal. Yang pasti kekuasaan Tuhan terwujud dalam kebangkitan Imam Zaman Afs.

Apakah Hari Kiamat Akan Terjadi Setelah Kedatangan Imam Mahdi?

Berdasarkan konsep raj’ah di dalam keyakinan Syiah, bahwa orang pertama yang kembali menguasai dunia setelah wafatnya Imam Mahdi adalah Imam Husain As. Imam Sadiq  berkata, “Orang pertama yang baginya bumi akan terbelah dan kembali ke bumi  adalah Husain bin Ali As.”.

Menurut riwayat, Imam Hussain (a.s.) kembali bersama para sahabat mulianya pada akhir masa pemerintahan Imam Zaman, dan setelah Imam Mahdi syahid, Imam Husain akan memandikannya, mengkafani tubuhnya lalu menguburkannya. Imam Ali Ridho berkata, “Dia tidak pernah memandikan jasad para imam lainnya, kecuali Imam Mahdi”.”Kemudian dia mengambil alih pemerintahan dan memerintah sedemikian rupa……”

Tentu saja, dalam beberapa riwayat lain disebutkan: Ketika Imam Mhadi wafat  atau menjadi syahid, empat puluh hari setelah itu akan terjadi hari kiamat dan orang mati akan keluar dari kubur dan bersiap untuk hari perhitungan dan hukuman.

Namun, “Syekh Hur Amili” menulis tentang ini: Mungkin empat puluh hari adalah hari-hari raj’ah dan angka ini mengacu pada waktu minimal dari kehidupan Imam Mahdi di saat ia hadir di dunia, karena jumlah yang besar, menurut sebuah riwayat, berada di angka tujuh puluh hari, atau setiap hari sama dengan seribu tahun, sebagaimana firman Allah,

“Satu hari bersama Tuhan itu seperti seribu tahun.”, dan barangkali yang dimaksud dengan hari kiamat dalam hadis-hadis tersebut adalah kiamat sughra (kecil) yang artinya kembali, dan tentunya tidak ada salahnya kita memaknai hari kiamat sebagai hari kembali.

*Artikel ini adalah terjemahan dari artikel asli berbahas Persia, yang bisa Anda rujuk ke link ini.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top