Jawab Syubhat: Hijab, Perintah Ilahi atau Penindasan Manusiawi?

SHIAHINDONESIA.COM – Pandangan terhadap hijab dalam Islam sering menjadi subjek kontroversial, tetapi sedikit yang menyadari bahwa fenomena ini telah ada sejak ribuan tahun sebelumnya.

Bukanlah sebuah inovasi semata dari agama Islam. Namun, Islam datang dengan pedoman yang lebih sempurna mengenai hijab, bukanlah sesuatu yang kaku atau ekstrim, melainkan sebuah perintah yang memiliki tujuan yang jelas.

Karenanya, lahir sebuah pertanyaan berikut.

Pertanyaan:

“Apakah benar hijab hanyalah tradisi yang dipaksakan dan menindas, ataukah ada alasan yang lebih dalam dan makna yang tersembunyi di balik praktik ini?”

Jawaban:

Sejarah mencatat bahwa dalam beberapa masyarakat kuno seperti Iran, hijab telah menjadi bagian dari norma-norma sosial, terutama di kalangan kelas atas dan borjuis, di mana wanita tidak diizinkan untuk berbicara dengan pria atau pergi ke pasar, melainkan terisolasi di rumah mereka. Bahkan, perlakuan terhadap wanita saat menstruasi juga menunjukkan tingkat isolasi yang lebih ekstrem.

Namun, mengapa hijab menjadi bagian dari budaya tersebut? Beberapa faktor mendorong keberadaannya:

  1. Pengaruh Kristen Keabadianan: Budaya Kristen memiliki pandangan terhadap wanita sebagai sumber godaan dan kesenangan duniawi, sehingga wanita dianggap perlu untuk menutupi tubuh mereka dari pandangan orang lain.
  2. Ketidakamanan dalam Masyarakat Kuno: Di masa lalu, masyarakat hidup dalam ketakutan akan pencurian oleh raja, perampok, dan bandit jalan. Wanita dianggap seperti harta dan dilindungi secara ketat oleh pria.
  3. Eksploitasi Wanita: Wanita sering dieksploitasi oleh pria untuk kepentingan finansial, dengan menahan mereka di rumah untuk mengambil keuntungan dari pekerjaan rumah tangga yang mereka lakukan.
  4. Egoisme: Beberapa pria melarang wanita mereka untuk keluar rumah karena iri dan cemburu, ingin menjaga wanita mereka hanya untuk diri sendiri.
  5. Masa Menstruasi: Wanita diisolasi selama menstruasi di banyak masyarakat kuno, karena dianggap tidak suci.

Namun, Islam datang dengan pandangan yang berbeda. Hijab dalam Islam bukan hanya tentang menutupi tubuh, tetapi juga tentang memuliakan wanita dan melindungi mereka dari pandangan yang tidak senonoh. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suaminya, atau ayahnya, atau ayah suaminya, atau putera-putera suaminya, atau putera-putera perempuannya, atau saudara-saudaranya,

atau putera-putera saudaranya, atau putera-putera saudara perempuannya, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.‘” (QS. An-Nur: 31).

Hadis juga menyatakan tentang pentingnya hijab:

  • Rasulullah Saw bersabda, “Wanita yang mencapai masa pubertas tidak boleh memperlihatkan bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.” (HR. Ahmad)
  • Imam Ali As, “Tutupi mereka (wanita) dengan pakaianmu, karena ketatnya hijab akan membuat mereka lebih aman, dan tidak ada yang boleh melihatnya kecuali orang yang berhak.” (Nahjul Balaghah)

Dengan demikian, hijab dalam Islam bukanlah sekadar simbol penutupan, tetapi juga menunjukkan keagungan wanita dalam agama Islam. Islam mengajarkan untuk melindungi wanita dari objek konsumsi dan memperlakukan mereka sebagai individu yang berharga dan berharga.

Melalui pemahaman ini, kita dapat menggali lebih dalam tentang pentingnya hijab dalam konteks agama Islam, bukan hanya sebagai pakaian, tetapi sebagai manifestasi dari kehormatan dan martabat wanita dalam pandangan ilahi. Dengan memahami konsep hijab ini, kita dapat membimbing diri kita menuju pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran Islam yang benar dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

*Sumber: Silakan rujuk di link ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top