SHIAHINDONESIA.COM – Puteri Rasulullah Saw. adalah pribadi yang mulia dan sempurna. Karenanya, tak heran jika yang keluar dari sikap dan perkataannya adalah hal-hal yang juga mulia. Oleh karenanya, dalam sebuah hadis ia pernah berkata demikian.
قالَت فاطِمَةُ عليهاالسلام: حُبِّبَ اِلَىَّ مِنْ دُنْياكُمْ ثَلاثٌ: تِلاوَةُ كِتابِ اللّه ِ وَالنَّظَرُ فىوَجْهِ رَسُولِ اللّه ِ صلي الله عليه و آله وَالْأِنْفاقُ فىسَبيلِ اللّه ِ. [وقايع الايام خيابانى ح صيام: 295]
Sayyidah Fathimah az-Zahra sa berkata: “Tiga hal yang saya cintai dari dunia kalian, yaitu membaca kitab Allah (Al-Qur’an), menatap wajah Rasulullah Saw dan keluarganya, dan membelanjakan harta di jalan Allah Swt.”
Hadits ini menyampaikan tiga hal yang sangat dicintai oleh Sayyidah Fathimah az-Zahra sa dari dunia ini. Berikut adalah penjelasan untuk setiap elemen dari hadits tersebut:
1. Membaca Kitab Allah (Al-Quran):
Sayyidah Fathimah az-Zahra sa menyatakan bahwa salah satu hal yang sangat dia cintai dari dunia ini adalah membaca Kitab Allah, yaitu Al-Quran. Ini menunjukkan pentingnya membaca, merenung, dan memahami ajaran-ajaran Al-Quran sebagai sumber petunjuk dan pedoman hidup bagi umat Islam. Hal ini dikarenakan, membaca Al-Qur’an merupakan bentuk ibadah dan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.
2. Menatap Wajah Rasulullah saw dan Keluarganya:
Sayyidah Fathimah az-Zahra sa juga menyatakan cintanya terhadap menatap wajahnya Rasulullah dan wajah keluarganya yang suci. Ini mencerminkan rasa cinta dan kasih sayang kepada Rasulullah dan keluarganya, yang termasuk dalam konsep cinta terhadap Ahlul Bait (keluarga Nabi). Umat Islam diajak untuk menghormati dan mengikuti jejak Rasulullah serta keluarganya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Membelanjakan Harta di Jalan Allah Swt:
Salah satu bentuk kasih sayang dan pengabdian kepada Allah adalah dengan membelanjakan harta di jalan-Nya. Ini mencakup memberikan sedekah, beramal sholeh, dan mendukung segala bentuk kebaikan dan kemanfaatan untuk umat Islam. Membelanjakan harta di jalan Allah dianggap sebagai tindakan yang membawa keberkahan dan kebahagiaan, serta sebagai bentuk pengabdian dan pengorbanan dalam rangka mencapai keridhaan Allah Swt.
Dengan merangkum tiga elemen tersebut, hadits ini menunjukkan bahwa kebahagiaan dan cinta sejati dalam hidup dapat ditemukan melalui hubungan yang mendalam dengan Allah melalui Al-Qur’an, cinta dan kasih sayang kepada Rasulullah saw dan keluarganya, serta ketaatan dan pengabdian kepada-Nya melalui amal perbuatan yang baik dan bermanfaat bagi sesama.





