Doa Meredakan Demam dari Sayyidah Fathimah Az-Zahra As

SHIAHINDONESIA.COM -Ahlulbait as adalah para manusia suci yang telah Allah utus sebagai penjaga dan pemberi petunjuk bagi umat manusia. Diantara ajaran yang disampaikan oleh Ahlulbait as adalah doa untuk meredakkan demam. Doa tersebut diajarkan oleh Sayyidah Fathima Az-Zahra sa.

Dalam kitab Muhaj ad-Da’awât Sayid Ibnu Thâwûs ra menukil sebuah hadis dari Salman al-Farisi. Di akhir-akhir hadis disebutkan bahwa ia berkata, “Sayidah Fâthimah az-Zahrâ` sa telah mengajarkan sebuah doa kepadaku yang beliau dapatkan dari Rasulullah saw dan selalu dibacanya di setiap pagi dan malam.

Beliau berpesan, “Jika engkau ingin tidak pernah terserang demam, bacalah doa tersebut secara kontinyu.” Doa tersebut adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللّه ِ الرَّحْمنِ الرَّحيمِ. بِسْمِ اللّه ِ النُّورِ بِسْمِ اللّه ِ نُورِ النٌّورِ بِسْمِ اللّه ِ نُورٌ عَلى نُورٍ بِسْمِ اللّه ِ الَّذى هُوَ مُدَبِّرُ الأُمُورِ بِسْمِ اللّه ِ الَّذى خَلَقَ النُّورَ مِنَ النُّورِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذى خَلَقَ النُّورَ مِنَ النُّورِ وَاَنْزَلَ النُّورَ عَلَى الطُّورِ فىكِتابٍ مَسْطُورٍ في رَقٍّ مَنْشُورٍ بِقَدَرٍ مَقْدُورٍ عَلى نَبِىٍّ مَحْبُورٍ… [مهج الدعوات: 7]

Artinya:

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang, dengan nama Allah cahaya (jagad raya), dengan nama Allah cahaya segala cahaya, dengan nama Allah cahaya di atas cahaya,

dengan nama Allah yang mengatur segala urusan, dengan nama Allah yang telah menciptakan cahaya dari cahaya, segala puji bagi Allah yang telah menciptakan cahaya dari cahaya, menurunkancahaya di atas bukit Thûrsinâ dalam kitab (Taurât) yang tertulis di atas kulit terbentang yang (dianugerahkan) kepada seorang nabi yang saleh, segala puji bagi Allah yang disebut dengan penuh kemuliaan, terkenal dengan keagungan, dan disyukuri dalam kebahagiaan dan kesulitan.

Semoga Allah senantiasa mencurahkan salawat atas junjungan kita Muhammad dan keluarganya yang suci.

Salman berkata, “Setelah mendapatkan doa tersebut dari Sayidah Fâthimah as, demi Allah, aku mengajarkannya kepada seribu orang lebih penduduk Makkah dan Madinah yang terserang demam. Setelah itu, mereka sembuh dengan izin Allah swt.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top