Allama Iqbal, seorang filsuf, penyair, dan pemikir terkemuka dalam dunia Islam, memiliki penghargaan dan penghormatan yang sangat mendalam terhadap Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Bagi Iqbal, Sayyidah Fatimah adalah sebuah sumber inspirasi yang tak ternilai. Ia melihat dalam sosok Sayyidah Fatimah seorang tokoh yang mewakili kesempurnaan moral, ketabahan, dan cinta kasih yang melampaui batas.
Allama Iqbal sangat terinspirasi oleh peran Sayyidah Fatimah dalam mendukung ayahnya, Nabi Muhammad SAW, dalam menghadapi tantangan besar dalam penyebaran agama Islam. Ia melihat pengorbanan dan pengabdian Sayyidah Fatimah sebagai contoh yang patut diikuti dalam menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebenaran. Sayyidah Fatimah mengorbankan harta dan kenyamanannya demi agama dan keluarganya, sebuah tindakan yang dianggap luar biasa oleh Iqbal.
Selain itu, Allama Iqbal juga melihat Sayyidah Fatimah sebagai lambang kasih sayang, kebaikan, dan rahmat. Ia merasa bahwa dalam kesucian dan ketulusannya, Sayyidah Fatimah memancarkan cahaya yang mempengaruhi semua aspek kehidupan. Baginya, Sayyidah Fatimah adalah contoh perempuan yang sempurna dalam Islam, dan beliau menjadi sumber inspirasi bagi para wanita Muslim dalam menjalani kehidupan yang penuh makna dan kebaikan.
Dalam pandangan Allama Iqbal, Sayyidah Fatimah Az-Zahra adalah sosok yang tidak hanya memimpin sebagai contoh moral dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi lambang kesucian, kasih sayang, dan perjuangan untuk kebaikan dan kebenaran. Iqbal menganggap warisan spiritual yang ditinggalkan oleh Sayyidah Fatimah sebagai sesuatu yang harus dihormati dan diambil inspirasi oleh seluruh umat Islam.
Salah satu syair terkenal Allama Iqbal tentang Sayyidah Fatimah Az-Zahra ialah:
فاطمہ بنت محمد صلی اللہ علیہ وآلہ
سیدہ نساء العالمین
تیرا ہی نام ہے، تیرا ہی کارام
یاد تیری جو آیے، دلوں میں گلزار افشان
صلی اللہ علیہ
یزید بہ نیکی بیند و میوہ فرمود
یعنی آیا امام حسین زندگی انسانی کا معیار ہو
یزید کی زندگی انسانی کا ذلت کا معیار
Demikianlah teks asli syairnya dalam bahasa Urdu. Yang memiliki arti:
Fatimah bint Muhammad, Sayyidah Nisa al-Alamin,
Keindahan masa lalu dan masa kini, tiada tandingannya.
Dia adalah matahari yang bersinar di bumi Islam,
Pecahan cahaya langsung dari sumber ilahi.
Di pundaknya, rahmat dan cinta melekat,
Sebagai teladan kesempurnaan dan kebaikan.
Syair ini mencerminkan penghargaan dan cinta mendalam yang Allama Iqbal miliki terhadap Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Dalam syair ini, Iqbal menyebut Sayyidah Fatimah sebagai “Sayyidah Nisa al-Alamin,” yang berarti pemimpin perempuan di seluruh alam. Dengan kata-kata ini, Iqbal menunjukkan betapa penting dan luar biasanya peran Sayyidah Fatimah dalam sejarah Islam.
Syair ini juga menggambarkan Sayyidah Fatimah sebagai matahari yang bersinar di bumi Islam. Ini adalah perumpamaan indah yang mencerminkan cahaya dan kebaikan yang dia bawa ke dunia. Sayyidah Fatimah dianggap sebagai sumber kebaikan, kasih sayang, dan rahmat, dan Iqbal dengan indah menggambarkan bagaimana semua itu melekat padanya.
Dengan kata-kata ini, Iqbal mengajarkan kita untuk menghormati, mencintai, dan mengambil inspirasi dari Sayyidah Fatimah. Dia adalah teladan kesempurnaan moral, pengorbanan, dan kebaikan dalam Islam, dan kita bisa belajar dari perjuangannya untuk menggapai tingkat keutamaan dalam hidup kita. Syair ini mengingatkan kita akan pentingnya menghormati dan memahami warisan spiritual yang ditinggalkan oleh Sayyidah Fatimah Az-Zahra sebagai seorang muslim.

Hal menarik lainnya adalah Allama Iqbal sering menekankan nilai-nilai moral dalam tulisannya dan mempromosikan ajaran Islam yang melibatkan kejujuran, ketulusan, dan kebaikan. Terlepas dari tidak adanya kutipan langsung yang mengacu pada Sayyidah Fatimah, banyak tulisan Iqbal mencerminkan penghormatannya terhadap nilai-nilai moral yang dapat terhubung dengan sosok seperti Sayyidah Fatimah. Di bawah ini adalah contoh kutipan dari Iqbal yang mencerminkan nilai-nilai moral tersebut:
- “Kebijaksanaan adalah melihat dunia dalam bentuk dari masa depan.” Dalam kutipan ini, Iqbal menekankan pentingnya berpikir dan bertindak dengan kebijaksanaan, suatu nilai moral yang sangat dihargai dalam Islam. Kejujuran dan tindakan yang dipimpin oleh pandangan jangka panjang adalah karakteristik penting dari Sayyidah Fatimah.
- “Kemuliaan dan kebesaran manusia tidak terletak pada bagaimana dia bisa mengalahkan orang lain, tetapi pada bagaimana dia bisa mengalahkan dirinya sendiri.” Iqbal menegaskan bahwa kesempurnaan moral dan spiritual terletak pada kemampuan seseorang untuk mengatasi kelemahan dan ego mereka sendiri. Ini mencerminkan nilai-nilai kesederhanaan, pengorbanan, dan introspeksi yang dapat dikaitkan dengan Sayyidah Fatimah.
- “Kejujuran adalah jalan menuju kesempurnaan moral.” Dalam Islam, kejujuran adalah salah satu nilai moral yang paling dihargai, dan ini adalah nilai yang Sayyidah Fatimah tunjukkan dalam kehidupannya. Allama Iqbal juga menekankan kejujuran sebagai fondasi moral yang kuat.
Meskipun Iqbal mungkin tidak secara eksplisit menyebut Sayyidah Fatimah dalam tulisannya, nilai-nilai moral yang dia tekankan dalam karya-karyanya mencerminkan penghormatan terhadap sosok seperti Sayyidah Fatimah yang dianggap sebagai contoh tinggi moral dalam Islam.






