Tugas ‘Penanti’ Imam Mahdi Afs (Bagian 7)

SHIAHINDONESIA.COM – Mempersiapkan Diri untuk Menyambut Kemunculan Al-Mahdi Salah satu tugas lain para penanti Imam Mahd—yang dengan gamblang termaktub di riwayat—adalah dengan mempersiapkan diri menyambut kedatangannya, baik dari segi kemiliteran dan persenjataan yang sesuai dengan zaman guna membela Al-Mahdi. Sebagaimana yang disampaikan di dalam riwayat, yang dinukil oleh Nu’man dari Imam Ja’far Shadiq, yang berbunyi…

Baca Selengkapnya...

Tugas ‘Penanti’ Imam Mahdi Afs (Bagian 6)

SHIAHINDONESIA.COM – Memperkuat Hubungan dengan Imam Zaman Menjaga dan memperkuat hubungan hati dengan Imam Mahdi dan senantiasa memperbaharui baiat dengannya, merupakan salah satu tugas penting penanti Imam Mahdi. Setiap orang Syiah yang tengah menanti kedatangan Imam Mahdi di masa keghaiban, haruslah berupaya menjadi penanti yang sejati, bahwa dengan ketidaknampakkan Imam Mahdi di muka bumi ini,…

Baca Selengkapnya...

Tugas ‘Penanti’ Imam Mahdi Afs (Bagian 5)

SHIAHINDONESIA.COM – Tentu saja perlu diperhatikan bahwa ilmu dan pemahaman yang benar tentang Imam Mahdi tidak sebatas diperoleh hanya dengan membaca buku. Lebih dari itu, kita juga harus mencari bantuan dari imam itu sendiri, seperti yang ada di dalam doa-doa yang telah diajarkan. Kita memohon kepada Allah, agar kita dapat mengenalnya secara hakiki, agar kita…

Baca Selengkapnya...

Tugas ‘Penanti’ Imam Mahdi Afs (Bagian 4)

SHIAHINDONESIA.COM – Banyak hal yang telah disebutkan tentang tugas dan tanggung jawab kaum Syi’ah pada masa kegaiban, bahkan dalam beberapa kitab, termasuk kitab Mikyal al-Makarim fi Fawaid ad-Dua al-Qa’im, disebutkan ada delapan puluh kewajiban bagi mereka, yang menunggu kedatangan Imam Mahdi. Namun, karena penjelasan tentang semua kewajiban yang menjadi tanggung jawab kaum Syi’ah di zaman…

Baca Selengkapnya...

Kisah Imam Hasan Al-Mujtaba tentang Dua Istana Megah di Surga

SHIAHINDONESIA.COM – Detik-detik di akhir kehidupan Imam Hasan Al-Mujtaba, seluruh tubuhnya dirasuki oleh racun, wajahnya pun berubah menjadi hijau. Di saat yang genting dan mengkhawatirkan ini, Imam Husein berada di sampingnya sambil terisak dalam tangisan. “Kenapa warna wajahmu berubah menjadi hijau? Dan kenapa engkau menangis?” Tanya Imam Husein.”Wahai saudaraku, detik ini juga aku teringat kata-kata…

Baca Selengkapnya...

Menggali Hikmah Abu Dzar: Kisah Bijak dari Dialog dengan Rasulullah

SHIAHINDONESIA.COM – Dalam sebuah peristiwa yang menggugah, Abu Dzar pernah mengunjungi Rasulullah Saw. di masjid ketika beliau sedang duduk sendirian. Abu Dzar memanfaatkan kesempatan itu untuk duduk bersama, namun Rasulullah memberinya nasihat yang berharga, “Wahai Abu Dzar, masjid memiliki salam.” Abu Dzar bertanya, “Apa salamnya, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Dua rakaat shalat.” Abu Dzar pun…

Baca Selengkapnya...

Tugas ‘Penanti’ Imam Mahdi Afs (Bagian 3)

SHIAHINDONESIA.COM – Mengapa begitu banyak keutamaan dari perbuatan menanti? Dengan memerhatikan riwayat-riwayat pada tulisan sebelum ini, mungkin timbul pertanyaan bagi banyak orang, mengapa penantian merupakan suatu keutamaan yang amat menonjol? Untuk mendapatkan jawaban yang benar atas pertanyaan ini, kita harus memerhatikan beberapa poin di bawah ini. Menunggu adalah pengait antara penganut mazhab Syiah dengan para…

Baca Selengkapnya...

Tugas ‘Penanti’ Imam Mahdi Afs (Bagian 2)

Pentingnya Penantian Dalam pemikiran Syiah, menunggu  kedatangan Imam Mahdi diyakini sebagai prinsip keyakinan yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Dalam  banyak hadis, perlunya menunggu Sang Juru Penyelamat  telah ditekankan di dalam riwayat, di antaranya sebagai berikut. 1. Muhammad bin Ibrahim Nu’mani meriwayatkan dalam Kitab Al-Ghaibah, bahwa suatu hari Imam Sadiq As. berkata kepada para sahabatnya: Bukankah…

Baca Selengkapnya...

Tugas ‘Penanti’ Imam Mahdi Afs (Bagian 1)

SHIAHINDONESIA.COM – Keagungan eksistensial dan aspek kepribadian Imam Mahdi Afs yang beragam, menyebabkan bahwa selama ribuan tahun yang telah berlalu sejak keghaiban kubra, setiap kelompok orang, bergantung pada agama, sosial, dan budaya tertentu. kecenderungan yang mereka miliki, dari sudut pandang tertentu menganalisis karakter dan menentukan kedudukan Imam itu di alam semesta. Sementara itu, sekelompok orang…

Baca Selengkapnya...

Wasiat Terakhir Imam Al-Askari: Antara Kontroversi dan Keyakinan Syiah

SHIAHINDONESIA.COM – Imam Al-Askari Ali bin Muhammad, semoga Allah meridhai, meninggalkan dunia pada tahun 260 Hijriah. Selama hidupnya, dia bekerja keras untuk memperkuat keyakinan akan kepemimpinan Imam Mahdi, (semoga Allah segera mempercepat kedatangan-Nya), serta kepemimpinan dan tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menguatkan keyakinan ini, terutama di hadapan para elit sadar dari kalangan sahabat dan pengikutnya….

Baca Selengkapnya...
Back To Top
Exit mobile version