Mengenal Surah An-Nisa dan Keistimewaannya

SHIAHINDONESIA.COM – Surah An-Nisa merupakan surah keempat dan salah satu surah Madani (yang turun di Madinah) dalam Al-Qur’an, yang berada pada juz keempat hingga keenam. Disebut Surat Nisa karena banyak hukum fiqih yang berkaitan dengan perempuan yang disebutkan dalam Surat ini.

Surah Nisa lebih banyak membahas tentang aturan nikah dan waris, dan di antaranya membahas tentang aturan salat, jihad dan syahid. Selain itu, dalam surah ini terdapat hal-hal singkat tentang orang-orang Ahli Kitab dan sejarah para pendahulu, dan teguran Allah kepada orang-orang munafik.

Asal-usul Penamaan Surah Ini

Dalam surah ini sebagian besar seputar hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita, karenanya inilah asal-usul penamaan surah ini menjadi surah An-Nisa.

Jumlah Ayat

Surah Nisa memiliki seratus tujuh puluh dua ayat.

Jumlah Kata

Surah Nisa memiliki tiga ribu tujuh ratus empat puluh lima kata.[7] (Perlu diperhatikan bahwa kata-kata dalam jumlah surah berbeda-beda)

Jumlah Huruf

Surah Nisa memiliki enam belas ribu kata. (Perlu diperhatikan bahwa kata-katanya berbeda dalam jumlah huruf dalam surah)

Tujuan dan Ajaran

Tujuan umum Surah Nisa adalah menjelaskan hukum keluarga dan sosial Islam untuk melegitimasi masyarakat Muslim yang baru lahir, pengendalian, pemeliharaan dan peningkatan pokok sosial pertama, yaitu keluarga; mendukung masyarakat yang lemah, seperti anak yatim, anak-anak dan perempuan, mendirikan pemerintahan Islam dan menyatakan perlunya ketaatan kepada pemimpin ilahi; menyadarkan umat Islam di hadapan musuh internal dan eksternal dan mendorong umat Islam untuk hijrah dari negeri kafir menuju pusat Islam.

Kandungan Surah

Secara umum, berbagai pembahasan yang kita baca dalam Surah Nisa adalah untuk (1) menyerukan keimanan dan keadilan serta memutuskan hubungan persahabatan dengan musuh yang keras kepala; (2) bagian dari sejarah zaman dahulu untuk mengenal lebih jauh nasib masyarakat yang tidak sehat.

(3) Pemberian bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan, seperti anak yatim, dan perintah-perintah yang diperlukan untuk memelihara dan mengurus hak-haknya. (4) Hukum waris didasarkan pada cara yang wajar dan adil terhadap bentuk yang sangat buruk pada masa itu dan mereka merampas orang-orang yang lemah karena berbagai alasan.

(5). Undang-undang yang berkaitan dengan perkawinan dan program untuk menjaga kesucian masyarakat. (6) Aturan umum pemeliharaan barang milik umum. (7) Pengendalian, pemeliharaan, dan peningkatan unit sosial pertama, yaitu lingkungan keluarga. (8) Saling memperhatikan hak dan kewajiban anggota masyarakat terhadap satu sama lain.

(9) Memperkenalkan musuh-musuh masyarakat Islam dan mewaspadai mereka. (10) Pemerintahan Islam dan perlunya mematuhi pemimpin pemerintahan tersebut. (11) Mendorong umat Islam untuk berperang melawan musuh-musuh mereka.

(12) Masuknya musuh yang terkadang melakukan aktivitas bawah tanah. (13) Pentingnya migrasi dan perlunya migrasi ketika menghadapi masyarakat yang korup dan sulit ditembus. (14) Mendiskusikan kembali tentang warisan dan perlunya membagi akumulasi kekayaan di antara para ahli waris.

Keutamaan dan Manfaat Membaca Surah Nisa

Abi Ibnu Ka’b meriwayatkan dari Rasulullah Saw, bahwa “Barangsiapa membacakan Surat An-Nisa, maka seolah-olah dia telah memberikan warisan amal kepada setiap Mukmin yang datang setelahnya, dan pahalanya sama dengan orang yang membeli seorang budak dan membebaskannya dari kemusyrikan. Dalam kehendak Allah, dia termasuk orang yang diampuni kesalahannya.”

Tempat Turun Surah

Surah Nisa merupakan surah Madani. Ada pula yang mengatakan: Semua ayatnya bersifat Madani, kecuali dua ayat, ayat 58  dan 176 yang telah diturunkan di Makah.

Waktu Turun

Surah ini turun pada masa antara perjanjian Khudaibiyah dan perang Tabuk, sekitar 6 sampai 9 Hijriah.

Peristiwa Turun Surah

Surah Nisa diturunkan di Madinah, yaitu ketika Nabi Muhammad Saw terlibat dalam mendirikan pemerintahan Islam dan menciptakan masyarakat yang madani. Oleh karena itu, banyak undang-undang syariat memberikan pengaruh dalam mewujudkannya. Masyarakat yang sehat terungkap dalam surah ini.

Di sisi lain, sebagai orang-orang yang membentuk struktur masyarakat yang baru lahir ini, orang-orang musyrik di masa lalu juga dihadapkan kondisi yang jahiliyah, sehingga pertama-tama perlu untuk menghilangkan sentimen masa lalu dari otak dan jiwa mereka, dan menggantikannya dengan  menetapkan hukum dan program yang diperlukan untuk membangun kembali masyarakat yang sudah usang.

Keistimewaan Surah Nisa

Surah Nisa adalah salah satu dari tujuh surah panjang Al-Qur’an. Ungkapan tentang surah panjang yang dimaksud juga berbeda-beda. Sebaian orang mengatakan kategori surah yang panjang itu mencakup pada surah Al-Baqarah, Al-Imran, Nisa, Maidah, Anam, A’raf dan Anfal serta surah, namun ada pula yang menganggap, bahwa surah yang ketujuh adalah Yunus dan tidak meyakini bahwa surah Anfal dan Taubah termasuk di antaranya, padahal tidak.

Diriwayatkan dari Rasulullah Saw., bahwa beliau bersabda, “Allah memberiku tujuh surah panjang sebagai pengganti Taurat, surah Mu’in sebagai pengganti Injil, dan surah Mastani sebagai pengganti Mazmur. , dan Tuhanku memberiku surat-surat yang terperinci

Dilihat dari jumlah kata dan hurufnya, Surah Nisa merupakan surah terpanjang dalam Al-Qur’an setelah Surah Al-Baqarah dan mempunyai 176 ayat. Disebut Surah Nisa karena banyaknya pembahasan tentang hukum dan hak-hak perempuan yang dibahas di dalamnya.

Sumber:

Tafsir Al-Kashaf dan Maj’maul Bayan, Jil.3, hal.241

Tafsir Quran Mehr, Jil.4, hal.22

Tafsir Nemuneh (tafsir amstal), jil.3, hal.242

Tarjumeh Majmaal Bayan, jil. 5, hal.4

Tarjumeh Tafsir Majam al-Bayan, jil.5, hal.4

Hujjah at-Tafsiir wa Balagh al-Eksir, pendahuluan pertama, hal. 19

Tafsir Nemuneh, jil. 3, hal. 242

Tafsir Qur’an Mehr, jil. 4, hal. 21

Al-Tamhid fi Ulumil Qur’an, jil. 1, hal.136

Majmaul Bayan, Jil. .3, hal.90, ayat 48.

Tafsir Qur’an Mehr, jilid 4, hal. 22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top