Rahasia Kesempurnaan Allah: Memahami Sifat-sifat Ilahi yang Luar Biasa

SHIAHINDONESIA.COM – Lewat artikel ini, kita akan memahami lebih dalam bagaimana Allah, Yang Maha Sempurna, memanifestasikan keberadaan-Nya melalui berbagai sifat-Nya yang tak terhingga. Artikel ini akan membimbing kita untuk menggali esensi Ilahi dengan cara yang sederhana dan serius. Mari kita mulai perjalanan kita untuk memahami lebih baik kebesaran dan kebijaksanaan Allah.

الله تعالى : { إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ } [البقرة: 26].

Dikatakan bahwa Allah memiliki segala sifat yang sempurna. Beberapa sifat kesempurnaan itu terbatas, artinya ada yang saling berlawanan. Allah memiliki keduanya dengan sempurna. Sifat-sifat seperti memberi hidup dan memberikan kematian, menarik dan melapangkan, semuanya adalah bagian dari tindakan Allah dan bukan bagian dari diri-Nya langsung.

Sifat-sifat ini kita sebut sebagai ‘sifat perbuatan’. Misalnya, Allah sebagai Pemberi Hidup juga Pemberi Kematian, atau sebagai Yang Menarik juga Yang Melapangkan. Semua ini adalah sifat kesempurnaan Allah.

Ada juga sifat-sifat kesempurnaan yang tidak terbatas dan hanya dimiliki oleh Allah tanpa adanya yang berlawanan. Misalnya, pengetahuan, kekuatan, dan kehidupan. Tidak ada yang bisa disandingkan dengan pengetahuan Allah, tidak ada ketidaktahuan. Kekuatan-Nya tak terbatas dan tidak ada kelemahan. Semua sifat ini adalah bagian dari hakikat Allah.

Allah adalah Haya, artinya Allah malu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kesempurnaan-Nya. Sebagai contoh, jika tangan seorang mukmin yang membutuhkan, setelah ditawarkan untuk membantu, akhirnya ditarik kembali kosong. Contoh-contoh ini membantu kita memahami Allah tanpa mengurangi kesempurnaan-Nya.

Namun, dalam kasus ini, tidak semua orang sepakat. Ada yang berpendapat bahwa Allah malu melakukan beberapa hal. Allah menegaskan bahwa Dia benar-benar tidak malu dengan memberikan perumpamaan semacam itu untuk menjelaskan kebenaran-Nya.”

Artikel ini adalah artikel terjemahan dari artikel yang ada di https://almerja.com/more.php?idm=208548

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top