SHIAHINDONESIA.COM – Dalam perenungan mendalam terhadap ajaran Islam, terdapat peringatan yang tajam terhadap dua aspek yang dapat mengantar manusia pada kebinasaan.
Ucapan bijak dari Imam Ali bin Abi Thalib, sosok yang dihormati dalam sejarah Islam, menggambarkan kebenaran dalam kedua aspek tersebut. Bagaimana Islam menuntun kita untuk menghindari jebakan dari keduanya?
Di dalam sebuah hadis, Imam Ali berkata,
اَهْلَکَ النّاسَ إِثْنانِ: خَوْفُ الْفَقْرِ وَ طَلَبُ الْفَخْرِ
“Dua hal yang membuat manusia binasa: takut akan miskin dan mencari kehormatan diri.”
Takut akan Kemiskinan: Tawakal dan pertimbangan bijak dalam Surah Al-Baqarah (2:268), Allah Swt. mengingatkan bahwa takut akan kemiskinan sering kali dipicu oleh godaan syaitan untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral. Namun, Allah menjanjikan ampunan dan berkah-Nya kepada mereka yang bertawakal kepada-Nya.
Dengan demikian, Islam mendorong umatnya untuk menghadapi ketakutan akan kekurangan dengan tawakal kepada Allah dan pertimbangan bijak dalam tindakan.
Mencari Kehormatan Diri: Menghargai Martabat dan KeadilanDalam Surah Al-Hujurat (49:11), Allah Swt. menegaskan pentingnya menghormati martabat sesama manusia dan menolak tindakan merendahkan diri sendiri. Obsesi terhadap pengakuan sosial harus diarahkan pada pencapaian yang bermanfaat dan membawa kebaikan bagi individu dan masyarakat.
Dengan mempraktikkan nilai-nilai kesederhanaan, integritas, dan keadilan, umat Islam diajak untuk menjauhkan diri dari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Hadis yang disampaikan oleh Iman Ali As.mengenai takut akan kemiskinan dan obsesi terhadap pengakuan diri memanglah penting dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dalam menjalani kehidupan yang bermakna, Islam menekankan perlunya menjaga keseimbangan antara upaya mencapai kesuksesan materi dan spiritual dengan prinsip-prinsip moral dan etika.
Dengan demikian, umat Islam diarahkan untuk tidak hanya menghindari bahaya, tetapi juga mengupayakan kebaikan bagi diri sendiri dan masyarakat.Dengan merenungkan ajaran Islam ini, kita diingatkan untuk selalu bertindak dengan bijaksana dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan dalam setiap aspek kehidupan.
Dengan demikian, kita dapat mencegah diri dari terperangkap dalam siklus yang dapat mengantar pada kebinasaan, serta mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan Allah Swt dan sesama manusia.





