SHIAHINDONESIA.COM – Dalam pandangan umat Islam, munculnya Al-Mahdi pada akhir zaman diyakini sebagai harapan untuk menghilangkan kebodohan, ketidakadilan, dan penindasan.

Tujuan utama Al-Mahdi adalah menyebarkan bendera keadilan, mengangkat kata-kata kebenaran, dan memperlihatkan agama Islam dalam bentuknya yang penuh, bahkan jika hal ini tidak disukai oleh orang-orang musyrik.

Dengan izin Allah, Al-Mahdi diharapkan menyelamatkan dunia dari perbudakan terhadap selain Allah, mencabut etika dan adat yang tercela, dan membatalkan hukum-hukum kafir yang dibuat oleh hawa nafsu.

Beliau juga diharapkan memutuskan ikatan-ikatan fanatisme nasional dan rasial, menghapuskan penyebab permusuhan dan kebencian, serta mempersatukan umat manusia dalam kedamaian.

Dalam firman Allah:

  1. “Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal shalih, bahwa Dia akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, seperti halnya Dia menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka, dan Dia akan menukar keadaan mereka setelah mereka merasa aman dengan keadaan takut, sehingga mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Barang siapa yang kafir setelah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Surah An-Nur: 55)
  2. “Dan Kami hendak berikan karunia kepada orang-orang yang lemah di muka bumi ini dan Kami hendak menjadikan mereka imam dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi.” (Surah Al-Qasas: 5)
  3. “Dan sesungguhnya Kami telah menuliskan dalam Zabur, sesudah an-Nur, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shaleh.” (Surah Al-Anbiya: 105)

Munculnya Al-Mahdi diharapkan sebagai pemimpin yang akan memastikan pemenuhan janji-janji Allah ini dan membawa keadilan serta kemakmuran bagi umat manusia.

Sumber:

https://almerja.com/more.php?idm=17354

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top