SHIAHINDONESIA.COM – Al-Quran telah menjelaskan kepada kita tentang cara bagaimana bisa memperoleh kemenangan dan juga syarat-syarat apa yang harus dipenuhi agar kemenangan yang didambakan tersebut bisa direalisasikan.
Allah berfirman,
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱصۡبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah, saling ingatkan satu sama lain akan kesabaran, berjuanglah dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Semoga kalian memperoleh kemenangan.”(QS. Ali-Imran: 200).
Ayat ini menyebutkan empat hal yang bisa mengantar seseorang mencapai kemenangan atau keberhasilan yang diharapkan. Empat hal tersebut adalah bersabar, saling mengingatkan untuk sabar, berjuang dan bertaqwa kepada Allah.
Bila empat hal ini terpenuhi maka kemenangan dan keberhasilan pasti akan diraih. Dalam surah ini ada 60 ayat yang mengisahkan tentang peristiwa Perang Uhud dan sebab2 kenapa kaum muslimin saat itu mengalami kekalahan.
Sebab utamanya adalah hati yang berisi cinta kepada dunia. Tak dapat diingkari bahwa kehendak Allah dan aturan kehidupan melakukan seleksi: “Allah ingin membersihkan orang-orang yang beriman (dari segala aib dan kesalahan) dan perlahan-lahan membinasakan orang2 kafir.” (QS. Ali-Imron:141)
Untuk bisa masuk surga dibutuhkan kekuatan jiwa dalam berjuang dan punya sifat sabar. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang2 yang sabar.” (QS. Ali-Imron: 142)
Al-Quran juga menjelaskan bahwa kemenangan pasti akan menjadi milik kaum muslimin bila mereka bersabar dan mengimani sebuah prinsip besar, yakni berjuang semata-mata untuk mengangkat tinggi kalimat Allah di atas muka bumi ini. Allah berfirman, “Jangan kalian merasa lemah dan jangan pula merasa sedih. Kalian adalah pemenang apabila kalian benar2 beriman.”(QS. Ali-Imran: 139)
Semoga Allah Swt membantu saudara2 kita di Gaza dan di segenap negeri Islam. Sungguh hanya Allahlah sebaik-baik Tuhan dan sebaik-baik Penolong.
Penulis: Ustaz Husein Shahab






