Dialog Unik di Meja Makan: Antara Anggur, Kehalalan, dan Kehidupan

SHIAHINDONESIA.COM – Sheikh Kamel Suleiman pernah menceritakan sebuah kisah unik, di mana ia berkata bahwa Almarhum Sayyid Abdul Hussein Sharaf al-Din pernah mengundang seorang Rusia bernama Beshkov untuk makan bersama. Ketika mereka tidak menemukan minuman anggur di meja makan, Beshkov protes! Sayyid menjawab, “Minuman itu haram.” Beshkov bertanya, “Bagaimana bisa haram jika itu dari anggur,…

Baca Selengkapnya...

Mencari Kekayaan Akhirat: Hikmah Syekh Al-Ansari dalam Menolak Kelebihan Dunia

SHIAHINDONESIA.COM – Diceritakan bahwa salah satu pedagang di Baghdad menyisihkan sejumlah uang dari harta terbaiknya, dan menugaskan seseorang untuk mengantarkannya kepada Sheikh Murtadha Al-Ansari (semoga Allah meridhainya) di Najaf Ashraf. Dia diminta untuk menyampaikan pesan berikut: “Uang ini bukanlah hak-hak syar’i sehingga Anda dapat menahan diri untuk tidak menghabiskannya untuk keperluan pribadi, tetapi ini adalah…

Baca Selengkapnya...

Dibalik Tulisan: Kisah Keikhlasan Syekh Al-Qumi yang Menginspirasi

SHIAHINDONESIA.COM – Syekh yang mulia, Al-Qumi (semoga Allah merahmatinya), adalah seorang yang tulus. Ketika beliau menulis buku “Manazil al-Akhirah,” seorang khatib yang dikenal sebagai ‘Abd al-Razzaq membacanya di kota suci Qom. Orang-orang mendengar, menangis, dan terharu oleh isi buku ini. Ayah dari Sheikh ‘Abbas sering datang, mendengarkan, dan terkesan oleh khutbah Sheikh ‘Abd al-Razzaq. Ketika…

Baca Selengkapnya...

Benarkah Al-Quran Telah Diubah? Perspektif Syiah dan Sunni Membongkar Fakta!

SHIAHINDONESIA.COM – Dalam penelitian mendalam tentang Al-Quran, terdapat klaim yang beredar mengenai kemungkinan adanya perubahan dalam teks suci tersebut. Namun, perspektif dari mazhab Syiah dan Sunni menarik perhatian, karena keduanya bersatu dalam menyatakan bahwa Al-Quran tetap utuh dan tidak mengalami perubahan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Artikel ini akan menguraikan sebuah pertanyaan mengenai hal itu…

Baca Selengkapnya...

Rahasia Tersembunyi: Ilmu, Cahaya, dan Pintu Menuju Kedekatan Ilahi

Pendahuluan: Dalam agama Islam, ilmu adalah cahaya yang menerangi jalannya manusia menuju pemahaman, kebijaksanaan, dan ketakwaan. Ilmu bukan sekadar keinginan, melainkan sebuah kewajiban yang ditempatkan di atas setiap individu, tanpa pandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang. Ketika kita menggali lebih dalam, kita menyadari bahwa kemuliaan ilmu dalam Islam adalah sebuah konsep yang tak ternilai…

Baca Selengkapnya...

Teka-Teki di Balik Penuntut Ilmu

Pendahuluan: Tuntutan ilmu agama adalah prinsip mendasar dalam Islam yang dianjurkan baik bagi pemuda maupun pemudi. Ibadah dan pengabdian kepada Allah Swt. melalui ilmu adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang keyakinan agama. Artikel ini akan membahas keutamaan menuntut ilmu agama bagi pemuda dan pemudi dalam Islam, serta mengapa hal…

Baca Selengkapnya...

Kemalasan vs Amal: Musuh Dalam Selimut

Pendahuluan Setiap orang di dunia ini memiliki potensi besar yang dapat diwujudkan untuk mencapai tujuan-tujuan luhur dan memberi manfaat bagi diri mereka sendiri serta masyarakat. Namun, seringkali kita terjebak dalam perangkap yang bernama kemalasan. Kemalasan, dalam berbagai bentuknya, dapat menjadi batu sandungan besar di jalan menuju kesuksesan. Dalam ajaran Islam, kemalasan dianggap sebagai sesuatu yang…

Baca Selengkapnya...

Pintu Ketenangan: Menjelajahi Kehidupan dan Kearifan Sayyid Muhammad Husain Tabataba’i

SHIAHINDONESIA.COM – Di tengah kebisingan dunia modern, terdapat cerita indah tentang ketenangan dan kebijaksanaan. Sayyid Muhammad Husain Tabataba’i, seorang cendekiawan dan spiritualis terkenal dalam tradisi Islam, memberi kita pelajaran berharga tentang ketenangan batin dan pengabdian kepada pengetahuan. Lahir di Tabriz, Iran pada tahun 1321 Hijriah, Sayyid Attabatabai tumbuh dalam atmosfer spiritual yang mendalam. Sejak usia…

Baca Selengkapnya...

Kehangatan Syekh Bahjat: Kisah Inspiratif Kehebatan, Kedermawanan, dan Keteguhan Hati

SHIAHINDONESIA.COM – Di kota Fuman, bagian utara Iran, pada tahun 1914, lahir seorang sosok ulama besar yang memancarkan kebijaksanaan dan kehangatan, Syekh Muhammad Taqi al-Bahjat. Kehidupan beliau diwarnai oleh kesederhanaan, ketulusan, dan cinta mendalam kepada ilmu agama. Sejak masa kecilnya, Syekh Bahjat telah menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap ilmu agama. Perjalanan keilmuannya dimulai di Qom,…

Baca Selengkapnya...
Back To Top