Mengenal Kitab ‘Tafsir Tasnim’

SHIAHINDONESIA.COM – Tafsir Tasnim merupkan salah satu karya kitab tafsir yang sangat fenomenal di kalangan pengikut Syiah dan pemeluk Islam secara umum. Tafsir ini ditulis oleh seorang ulama kesohor, Ayatullah Jawadi Amuli, yang hingga kini masih berkiprah di dunia keilmuan Islam.

Penulis dari tafsir ini mengikuti jejak Allamah Husein Thaba’taba’i, di dalam tafsir Mizan, yaitu dengan memakai metode tafsir Al-Quran dengan Al-Quran, selain itu, penulis juga berpijak pada beberapa dasar pengetahuan yang lain, sepeti sunnah (Riwayat) maupun akal.

Selain tiga hal di atas, tafsir Tasnim juga diramu berdasarkan disiplin ilmu filsafat, Irfan dan juga melibatkan ilmu sastra Arab. Menurut infomasi yang penulis himpun, asal usul dari penamaan kitab tafsir ini, adalah terinspirasi dari ayat 27, surah Al-Muthafifin, salah satu nama mata air di surga.

Profil Penulis

Ayatullah Jawadi Amuli merupakan anak dari Mirza Abul Hasan Amuli, yang lahir pada tahun 1312 di Amul, salah satu kota di Iran. Ia mengawali sekolah tingkat dasar dan agamanya di kampung halamannya.

Setelah itu, ia melanjutkan studinya di kota Tehran, ibu kota Iran. Ia belajar di sana selama lima tahun, di bawah bimbingan para guru, di antaranya adalah Muhammad Taqi Amuli, Sya’rani, Fadil Tuni dan Mahyudin Iahi dan sebagainya.

Di bawah naungan bimbingan mereka, Ayatullah Jawadi Amuli mempelajari Ilmu Ushul Fiqih, Filsafat, Irfan dan sebagainya. Setelah lima tahun singgah di Tehran, ia memperkaya kembali wawasan keislamannya dengan mengayunkan langkahnya ke kota suci Qom.

Penulis selain fokus di kitab-kitab tafsir, ia juga berkompeten untuk menulis kitab fikih dan filsafat. Selain itu, ia juga telah mencapai derajat marja’ taklid. Dengan semua kelebihan dan derajat tinggi yang ia miliki, kemudian ia dipercaya untuk bergabung sebagai anggota di sebuah Lembaga Jamiah Mudarrisin, Majelis Khubreghan dan menjadi Imam Salat Jumat.

Ayatullah Jawadi Amuli, sebelum memulai menulis tafsir Tasnim, ia telah mengisyaratkan penulisan kitab tafsirnya itu dengan menulis seputar buku yang bertemakan  Al-Quran, seperti Al-Quran di dalam Al-Quran, Tauhid di Dalam Al-Quran, Wahyu dan Kenabian di Dalam Al-Quran dan sebagainya.

Kistimewaan Tafsir Tasnim

Salah satu keistimewaan dari tafsir ini adalah fokus pada tujuan dari surah al-Quran dan kesesuaian antarayat di tengah pembahasan tafsir. Tafsir ini juga fokus pada pembahasan up to date, praktis, dan pembahasan kalam jadid yang sesuai dengan apa yang terjadi d tengah masayarakat.

Salah satu contoh dari pembahasan tafsir ini adalah tentang Sekularisme, antara kebenaran dan kebatilan, walayatul faqih dan perannya di dalam pemerintahan dan pembahasan lainnya. Yang menarik lagi dari tafsir Tasnim adalah, bahwa tafsir ini mengkritisi sudut pandang dari seluruh para Mufasir.

Selain dari jilid satu dan dua, di setiap akhir dari kitab tafsir ini, terdapat sumber-sumber, baik sumber kitab tafsir maupun kitab-kitab yang berisi sekumpulan riawayat, baik dari sumber Syiah maupun Sunni. Semua sumber-sumber itu dijadikan rujukan oleh para penulis.

Sebagai informasi, terhitung sampai saat ini, tafsir dengan bahasa asli Persia ini sudah mencapai tujuh puluh jilid, dan telah diterbitkan.

Sumber:

Fa.m.ikipedia.org

Fa.wikishia.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top