SHIAHINDONESIA.COM – Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah penting dalam agama Islam yang dilakukan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Ibadah ini dilakukan selama bulan Ramadan, bulan kesembilan dalam kalender Islam yang dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan kemurahan. Puasa Ramadan memiliki makna yang mendalam bagi umat Islam, karena di dalamnya terkandung nilai-nilai spiritual, kepatuhan kepada perintah Allah, serta pengendalian diri dan kesabaran.
Selama bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain menahan diri dari kebutuhan fisik, puasa Ramadan juga mengajarkan umat Muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, serta memperbanyak amal ibadah, seperti membaca Al-Quran, berzikir, dan bersedekah kepada sesama.
Puasa Ramadan juga menjadi waktu untuk merasakan empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung, menguatkan hubungan dengan keluarga dan sesama muslim, serta merenungkan segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukan. Dengan menjalankan puasa Ramadan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, umat Muslim berharap dapat mendapatkan ampunan dan berkah dari Allah, serta memperoleh keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Dalam setiap tahunnya, bulan Ramadan menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim sebagai kesempatan untuk membersihkan diri, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Oleh karena itu, puasa Ramadan memiliki makna yang sangat mendalam dan penting dalam kehidupan umat Islam.
Dan di sini, ada beberapa pertanyaan seputar puasa Romadhon yang perlu kita bahas:
Pertanyaan:
Apa makna di balik puasa?
Jawaban:
Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang Allah larang dengan niat mendekatkan diri padaNya. Untuk berpuasa di bulan Romadhon, cukup bagi mukallaf untuk berniat puasa wajib Romadhon. Adapun untuk puasa wajib lainnya, maka ia harus menambahkan niatnya pada puasa tersebut.
Contoh:
Puasa Romadhon membutuhkan niat pendekatan pada Allah saja.
Puasa lainnya membutuhkan niat pendekatan pada Allah + puasa tersebut.
Adapun untuk puasa nazar, maka ada perbedaan di pembahasannya.
Pertanyaan:
Kapan seseorang harus berniat puasa Romadhon?
Jawaban:
Seseorang diperbolehkan berniat puasa Romadhon di malam hari sebelum ia berpuasa. Boleh juga diperbarui niatnya sebelum zawal (waktu zuhur). Begitupun dengan puasa qodho.
Pertanyaan:
Bagaimana dengan puasa sunnah?
Jawaban:
Adapun puasa sunnah, maka ada dua riwayat, namun yang paling shohih adalah hukumnya sama seperti puasa wajib.
Pertanyaan:
Apakah boleh mendahulukan niat puasa Romadhon sebelum memasuki puasa Romadhon?
Jawaban:
Boleh.
Pertanyaan: Apa itu puasa wisaal dan apakah itu diperbolehkan?
Jawaban: Puasa wisaal, yaitu puasa selama sehari dan malam tanpa berbuka hingga pagi hari berikutnya atau puasa selama dua hari tanpa berbuka di antara keduanya, adalah haram. Tidak masalah untuk menunda berbuka puasa bahkan hingga malam kedua jika itu bukan disengaja saat berpuasa, namun lebih baik untuk menghindarinya.
Sumber: Silakan rujuk link ini






