SHIAHINDONESIA.COM – Rasulullah Saw. dalam sabdanya menyampaikan peringatan yang sangat relevan dan mengena bagi umatnya. Beliau bersabda,
إنَّ الدّينارَ وَ الدِّرهَمَ أهْلَكا مَنْ كانَ قَبلَكُم وَ هُما مُهْلِكاكُم؛
“Sungguh (uang) dinar dan dirham telah membinasakan orang-orang sebelum kamu, dan keduanya akan membinasakan kamu.” (Al-Kafi, jil. 2, hal. 316).
Dalam sabda yang ringkas namun sarat makna tersebut, Rasulullah menyampaikan suatu kebenaran yang mendalam tentang bahaya materialisme dan cinta berlebihan terhadap harta dunia, terutama uang dalam bentuk dinar dan dirham pada masanya. Peringatan ini tidak hanya relevan untuk umat pada masa Rasulullah, tetapi juga bagi umat Islam sepanjang masa.
Uang dinar dan dirham pada zaman Rasulullah melambangkan kekayaan dan materi yang menjadi pusat perhatian dan kehidupan bagi banyak orang. Sebagai mata uang yang digunakan dalam perdagangan dan transaksi ekonomi, dinar dan dirham memiliki kekuatan yang besar dalam menentukan status sosial dan kekayaan seseorang.
Namun, Rasulullah dengan tegas menyampaikan bahwa ketergantungan dan obsesi terhadap kekayaan materi ini telah menyebabkan kehancuran bagi umat sebelumnya, dan jika tidak diwaspadai, akan menyebabkan kehancuran bagi umat Islam di sekarang dan masa depan juga.
Sabda Rasulullah ini tidak hanya merupakan peringatan tentang bahaya materialisme, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang pentingnya menjaga kesederhanaan, memperlakukan harta dunia sebagai sarana untuk mencapai kebaikan, bukan sebagai tujuan akhir.
Hal ini mengingatkan umat Islam untuk tidak terjebak dalam perangkap keserakahan dan ambisi material yang bisa merusak kehidupan spiritual dan moral mereka. Pesan yang disampaikan Rasulullah ini menjadi relevan di berbagai era, terutama di zaman modern ini di mana kecenderungan untuk mengejar kekayaan dan kemewahan semakin kuat.
Dengan kemajuan teknologi dan globalisasi, kecanggihan sistem ekonomi seringkali mengalihkan perhatian manusia dari nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan yang sejati. Dengan memahami pesan dalam sabda Rasulullah ini, umat Muslim diajak untuk mempertimbangkan nilai-nilai spiritual dan keadilan dalam pengelolaan harta, serta untuk menghindari perilaku yang merusak diri sendiri dan masyarakat akibat cinta berlebihan terhadap kekayaan duniawi.
Semoga pesan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk hidup dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab dalam memandang serta menggunakan harta dunia. Hanya dengan memahami dan mengamalkan ajaran tersebut, umat Muslim dapat hidup dalam keseimbangan dan mencapai kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat.






