SHIAHINDONESIA.COM – Dalam perjalanan kenabian Rasulullah Saw. terdapat momen yang luar biasa ketika sang Rasul berjumpa dengan Malaikat Jibril. Keberadaan Jibril, sebagai utusan Ilahi, membawa dan berbagai pesan dan wahyu yang menjadi pilar utama ajaran Islam. Mari kita ketahui bagaimana pertemuan Nabi Muhammad dengan Jibril:
- Izin Masuk:
Malaikat Jibril biasanya meminta izin sebelum masuk kepada Nabi. Imam As-Sadiq As. meriwayatkan, “Jibril datang dan meminta izin untuk masuk kepada Rasulullah. Jika dalam keadaan yang tidak layak untuk memberikan izin, beliau (Rasulullah) tetap diam hingga Jibril meninggalkan tempat itu. Namun jika beliau memberikan izin, Jibril akan masuk.” - Posisi Duduk:
Jibril akan duduk di hadapan Rasulullah, menempatkan diri seperti seorang hamba yang patuh. Dalam riwayat Al-Wahidi tentang sebab turunnya ayat, Imam As-Sadiq As. menyatakan, “Jibril datang saat pagi kepada nabi dan duduk di hadapannya, menggambarkan dirinya sebagai seorang hamba. Jibril tidak akan masuk sebelum meminta izin.” - Penampilan:
Jibril dapat mengambil bentuk manusia. Dalam beberapa riwayat, beliau muncul sebagai Dahiya Al-Kalbi. Ibn Abbas mengatakan, “Rasulullah mengatakan bahwa Jibril datang setiap pagi dan petang, dan beliau tidak ingin ada orang lain yang mendahuluinya. Ketika Nabi berada di halaman rumahnya, Jibril muncul di hadapannya dan mengatakan, “Assalamualaikum, bagaimana keadaan Rasulullah?” Beliau menjawab, ‘Dalam keadaan baik, saudaraku, Rasulullah dalam keadaan baik.” Kemudian Nabi mendekatinya dan Nabi bertanya, “Apa yang membawamu ke mari?” Jibril menjawab, “Aku bukanlah Dahiya Al-Kalbi. Aku adalah Jibril, yang nama asma Allah diangkat (disebut) padaku.'” - Penampakan Sejati:
Jibril juga bisa menampakkan dirinya dengan bentuk yang sebenarnya. Ibn Abbas mengatakan, “Rasulullah mengatakan bahwa ketika wahyu datang dari Allah dan Jibril hadir, Nabi akan melihatnya sebagai Jibril. Namun, jika tidak ada wahyu dan Jibril tetap bersamanya, Nabi akan melihatnya sebagai Dahiya bin Khalifah Al-Kalbi.” Imam As-Sadiq juga memberikan penjelasan mengenai hal ini.
Semua bentuk dan perilaku Jibril menunjukkan penghormatan dan kepatuhan yang tinggi terhadap Rasulullah.
Artikel ini adalah artikel terjemahan dari artikel yang ada di https://almerja.com/more.php?idm=217450






