Potret Kesederhanaan Imam Ali Khamanei

SHIAHINDONESIA.COM – Hujjatul Islam Wal Muslimin Sayyid Ali Akbar Huseini, Wakil Rakyat di kota Teheran, Iran  di bagian Dewan Syura Islami, mengatakan,  “Karena kedekatan saya dengan kepribadian agung Ayatollah Khamenei, saya mengenalnya sebagai seorang pribadi, seorang zuhud yang sejati dan memiliki kecintaan dengan akhirat, dan dalam kehidupan pribadinya, kesederhanaan sedemikian rupa sehingga terkadang tidak dapat diterima dan dipercaya oleh sebagian besar orang.

Beberapa tahun yang lalu, selama ia menjabat sebagai  presiden (Iran), saya mengatakan kepadanya, bahwa produser program ‘Etika dalam Keluarga’ (Program TV di Iran) ingin berbicara dengan Anda dan keluarga Yang Mulia sehingga orang-orang dapat melihatnya. Setelah berpikir, dia berkata, ‘Tapi ada masalah dalam hal ini.’ Saya bertanya, ‘Apa masalahnya?’ Dia berkata,  ‘Jika kamera menunjukkan kehidupan saya yang sederhana dan biasa kepada orang-orang, orang mungkin tidak percaya bahwa saya memiliki kehidupan yang sederhana.’”

Juga, suatu kali Tuan Rafiq Dust memberi tahu saya, ‘Pada masa kepresidenan, beliau tidak memiliki lemari es untuk kehidupan pribadinya, dan saya menyiapkan satu untuknya, dan setelah beberapa saat, lemari es ini rusak, dan dia tidak memberi tahu ke saya sampai akhir masa kepresidenannya, bahwa alat ini rusak, beliau dan keluarganya hidup beberapa saat tanpa lemari es, dan ini adalah contoh kehidupannya yang zuhud.

Almarhum Hujjatul Islam wal Muslimin Haji Seyyed Ahmad Mir Khomeini berkata, ‘Harapan Imam Khamene’i dari para pejabat Negara Islam Iran adalah bahwa mereka harus hidup seperti orang biasa. Bersikaplah sederhana, bersih, dan bersahaja. Ia menekankan bahwa para pejabat tidak boleh boros dalam hal apapun dan harus mengurus perbendaharaan lebih baik dari harta pribadi mereka sendiri dan harus menghindari kemewahan duniawi dan menjadi manusia yang merakyat.’”

Dan beliau juga berkata, ‘Saya menganggap wajib di sini untuk bersaksi bahwa kehidupan pribadi Ayatollah Khamenei sangatlah sederhana, bukan karena pemimpin revolusi kita yang terkasih membutuhkan kata-kata ini, namun saya menganggap tugas saya untuk menjadikan hal ini penting dan harus saya katakan kepada orang-orang revolusioner Iran. Aku tahu (kesederhanaan hidupnya) dari dalam rumahnya sendiri.’

Mereka tidak memiliki lebih dari satu jenis makanan di atas meja di rumahnya. Rumahnya beralaskan karpet yang tidak layak . Suatu hari saya pergi ke rumahnya, di sana terdapat karpet lama, maka saya heran dengan kualitas karpet yang sudah kasar.’”

Cerita di atas adalah satu dari sekian banyak potret kehidupan Imam Ali Khamanei yang jarang diketahui banyak orang. Meskipun ia punya derajat dan kedudukan yang tertinggi di negaranya, ia tak menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi. Bahkan, hingga kini ia hidup layaknya orang biasa, sederhana. Semoga potret kehidupan Pemimpin tertinngi Republik Islam Iran ini dapat menginspirasi kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top