SHIAHINDONESIA.COM – Sheikh Abbas al-Qummi, seorang ulama besar yang dikenal dengan ketekunannya dalam membaca dan menulis, adalah sosok yang sangat dihormati di kalangan umat Islam. Dalam kenangan Profesor Murtadha Muthahhari (rahimahullah), yang mengutip dari anak almarhum Sheikh Abbas al-Qummi, diceritakan bahwa sejak kecil, ia menyaksikan betapa ayahnya begitu tekun dengan aktivitas intelektualnya. Setiap kali mereka meninggalkan kota, Sheikh Abbas al-Qummi akan menghabiskan waktu dari pagi hingga malam untuk membaca dan menulis.

Suatu ketika, dalam sebuah perjalanan ke Suriah bersama sekelompok orang mukmin, dilaporkan bahwa ketika mereka pergi untuk berwisata dan beristirahat, Sheikh Abbas al-Qummi selalu menolak dengan sopan. Pada malam hari, saat yang lain beristirahat, mereka menemukan beliau masih terus melanjutkan membaca dan menulis hingga tengah malam.
Selain dikenal karena keilmuannya, Sheikh Abbas al-Qummi juga dikenal sebagai teman yang menyenangkan dan rendah hati. Dia memperlakukan semua orang yang ditemuinya di jalan atau di sekolah dengan sangat rendah hati, meskipun memiliki pengetahuan yang luas tentang sejarah dan hadis. Di atas mimbar, ia selalu membacakan riwayat langsung dari kitab, terutama saat pembacaan majelis Husainiyah, untuk menghindari kesalahan dan mencegah terjadinya distorsi dalam penyampaian ucapan para Imam yang suci.
Kata-katanya, yang selalu keluar dari hati yang tulus, mampu menembus hati pendengarnya dan meninggalkan kesan yang mendalam. Sheikh Abbas al-Qummi juga sangat konsisten dalam menjalankan ibadah malam, membaca Al-Qur’an, serta melantunkan doa-doa dan zikir yang diajarkan oleh para Imam Ahlulbait (alaihimussalam).
Salah satu sifat mulia Sheikh Abbas al-Qummi adalah penghormatannya yang luar biasa terhadap keturunan Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wa aalihi). Bagi beliau, para Sayid—keturunan Nabi—diperlakukan dengan hormat yang sangat tinggi.
Sheikh Abbas al-Qummi adalah teladan sempurna dalam hal ketekunan, keilmuan, kerendahan hati, dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama. Ketulusannya dalam setiap ucapan dan perbuatannya membuat beliau dihormati dan dicintai oleh banyak orang. Kisah hidupnya yang penuh dedikasi terhadap ilmu dan agama memberikan inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang dalam menuntut ilmu dan mengamalkan ajaran Islam dengan penuh kesungguhan dan ketulusan.





