SHIAHINDONESIA.COM – Sebuah riwayat dari Hadis menggambarkan Fatimah, putri Nabi Muhammad, bertanya kepada ayahnya tentang orang-orang yang meremehkan nilai sholat. Jawaban Nabi menyoroti berbagai musibah yang menimpa orang-orang yang tidak menghargai sholat dengan benar.
عَنْ الفاطمه سلام الله علیها قالَتْ: «سَأَلْتُ أَبی رَسُولَ اللّهِ صلی الله علیه وآله وسلم لِمَنْ تَهاوَنَ بِصَلاتِهِ مِنَ الرِّجالِ وَ النِّساءِ.قال صلی الله علیه وآله وسلم: مَنْ تَهاوَنَ بِصَلاتِهِ مِنَ الرِّجالِ وَ النِّساءِ إِبْتَلاهُ اللّهُ بِخَمْسَ عَشَرَهَ خَصْلَهً: یَرْفَعُ اللّهُ الْبَرَکَهَ مِنْ عُمْرِهِ،وَ یَرْفَعُ اللّهُ الْبَرَکَهَ مِنْ رِزْقِهِ،وَ یَمْحُوا اللّهُ عَزَّوَجَلَّ سیماءَ الصّالِحینَ مِنْ وَجْهِهِ،وَکُلُّ عَمَل یَعْمَلُهُ لا یُوجَرُ عَلَیْهِ،وَ لا یَرْتَفِعُ دُعاؤُهُ إِلی السَّماءِ،وَ لَیْسَ لَهُ حَظٌّ فی دُعاءِ الصّالِحینَ،وَ أَنّهُ یَمُوتُ ذَلیلاً،وَ یَمُوتُ جائِعًا،وَ یَمُوتُ عَطْشانًا، فَلَوْ سُقِی مِنْ أَنْهارِ الدُّنْیا لَمْ یُرْوَ عَطَشُهُ،وَ یُوَکِّلُ اللّهُ مَلَکًا یَزْعَجُهُ فی قَبْرِهِ،وَ یَضیقُ عَلَیْهِ قَبْرُهُ، وَ تَکُونُ الظُّلْمَهُ فی قَبْرِهِ،وَ یُوَکِّلُ اللّهُ بِهِ مَلَکًا یَسْحَبُهُ عَلی وَجْهِهِ، وَ الْخَلائِقُ یَنْظُرُونَ إِلَیْهِ،وَ یُحاسَبُ حِسابًا شَدیدًا، وَ لا یَنْظُرُ اللّهُ إِلَیْهِ وَ لا یُزَکّیهِ وَ لَهُ عَذابٌ أَلیمٌ.» بحار الأنوار الجامعه لدرر أخبار الأئمه الأطهار، ج۸۰، ص۲.
Menurut riwayat tersebut, orang yang meremehkan sholat akan menghadapi lima belas musibah, terbagi menjadi empat kategori: musibah di dunia, pada saat kematian, di dalam kubur, dan pada hari kebangkitan.
Musibah di dunia termasuk kehilangan berkah dalam umur dan rezeki, kehilangan berkah dalam harian, kehilangan tanda kebajikan dari wajah mereka, tidak mendapatkan pahala atas amal-amal baik yang mereka lakukan, dan doa mereka tidak naik ke langit.
Musibah saat kematian mencakup meninggal dalam keadaan terhina dan lapar, serta meninggal dalam keadaan haus yang tak terpuaskan bahkan jika disuguhkan air dari seluruh sungai di dunia.
Musibah di dalam kubur termasuk diawasi oleh malaikat yang membuat keadaan mereka gelap dan sempit.
Musibah pada hari kebangkitan meliputi dipermalukan di depan orang banyak, pengawasan yang ketat atas amal perbuatan mereka, dan tidak mendapatkan rahmat Allah serta dibiarkan dalam keadaan tidak suci dari dosa-dosa mereka, sehingga menghadapi siksaan yang pedih.
Dari perspektif ini, meremehkan nilai sholat tidak hanya mengakibatkan kerugian spiritual, tetapi juga membawa konsekuensi berat di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk mendekati ibadah dengan penuh kesungguhan dan penghormatan, karena sholat adalah salah satu pilar utama dalam agama Islam yang memiliki dampak besar baik secara individual maupun sosial.






