Memahami Konsekuensi Berat : Akibat Menolong Penindas dalam Kezaliman

SHIAHINDOMESIA.COM – Dalam tatanan sosial yang adil dan beradab, keberanian dan keberpihakan kepada yang tertindas adalah pilar utama yang mengukuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, keberanian yang terbalik, yakni memberikan bantuan kepada penindas dalam melakukan kezaliman, adalah sebuah perilaku yang mencoreng esensi kemanusiaan dan menggugat fondasi moralitas.

Dalam ajaran Islam, baik Sunni maupun Syiah, hadis yang mengingatkan tentang akibat menolong penindas dalam kedzaliman menjadi cerminan penting akan nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial. Hadis berikut ini, yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw. menyoroti konsekuensi berat yang akan dihadapi oleh siapa pun yang memberikan dukungan kepada penindas.


قال رسول الله (ص) : مَن أعانَ ظالِما علی ظُلمِهِ جاءَ یَومَ القِیامَةِ و علی جَبهَتِهِ مَکتوبٌ : آیِسٌ مِن رَحمَةِ اللّه ِ (کنز العمّال : ۱۴۹۵۰ ).

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menolong seorang penindas dalam kezalimannya, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan tulisan di keningnya: putus asa terhadap rahmat Allah.‌” (Kanzul Ammal : 14950)

Dari hadis tersebut dapat kita pahami beberapa hal berikut ini:

  1. Penolong Penindas dalam Kezalimannya: Hadis ini menegaskan bahwa siapa pun yang membantu atau mendukung seorang penindas dalam melakukan kezaliman akan memikul konsekuensi yang serius di akhirat. Ini menunjukkan bahwa membantu atau memberikan dukungan kepada orang yang melakukan kezaliman adalah perbuatan yang sangat tercela dalam pandangan Islam.
  2. Tulisan di Kening pada Hari Kiamat: Hadis ini menggambarkan bahwa di hari Kiamat, orang yang memberikan bantuan kepada penindas akan memiliki tulisan di keningnya yang menyatakan “putus asa terhadap rahmat Allah”. Hal ini menunjukkan bahwa mereka akan ditandai sebagai orang yang tidak layak menerima rahmat Allah karena telah terlibat dalam perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dan kasih sayang.
  3. Implikasi Spiritual dan Moral: Dalam konteks ajaran Syiah, hadis ini menyoroti pentingnya keadilan sosial dan moralitas dalam hubungan antarmanusia. Ini mengajarkan bahwa memberikan dukungan kepada penindas merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip moral dan agama, serta akan berdampak negatif pada akhirat seseorang.

Dengan demikian, hadis ini menekankan pentingnya berperilaku adil dan menjauhi kezaliman dalam interaksi sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top