SHIAHINDONESIA.COM – Abdul Adzim Hasani atau yang lebih makruf dikenal Syoh Abdul Adzim Hasani merupakan seorang ulama Syiah yang sezaman dengan Imam Ali Ar-Ridho, Imam Ali Al-Hadi dan Imam Muhammad Al-Jawad. Ia memiliki garis keturunan dengan Imam kedua, yaitu Imam Hasan al-Mujtaba. Ia lahir di kota Madinah pada 173 Hijriah dan wafat pada pada 252 Hijriah. Kini, makamnya berada di kota Rey, selatan kota Teheran, Iran.
Hingga kini, makamya sering dikunjungi oleh banyak peziarah, baik dari dalam maupun luar Iran. Selama hidupnya, ia memiliki karomah dan kemuliaan tersendiri, sehingga tak sedikit para peziarah yang mengunjunginya hingga detik ini. Kemuliaan yang ia miliki, dapat kita simak melalui penggalan kisah singkat di bawah ini.
Bisa Anda bayangkan, ia adalah seorang wali yang memiliki garis keturunan dari Rasulullah Saw. Seorang pribadi yang di masa tuanya memiliki brewok putih itu adalah seorang Marja’ Taklid yang agung pada zamannya, tepatnya sezaman dengan Imam Jawad dan Imam Ali Al-Hadi, yang mencapai tingkat imamah pada usia muda.
Di masa Imam Muhammad Al-Jawad banyak orang yang meragukan imamah-nya, sebab di saat ia masih belia sudah diberi amanah memikul tampuk kepemimpinan. Perlahan keraguan itu mulai luntur, lantaran ia telah membuktikan imamah-nya.
Di tengah keraguan itu, tak sedikit orang yang bertanya-tanya, siapakah imam mereka di zaman itu? Lantaran kemampuan mereka untuk menentukan sosok imam mereka bermasalah, ditambah lagi dengan keimanan mereka yang lemah. Menurut ahli sejarah, jika saja Syoh Abdul Adzim mengklaim dirinya sebagai seorang imam di zamannya, mereka pun akan meyakininya.
Dari sini, kita akan melihat betapa tingginya keagungan yang dimiliki oleh Syoh Abdul Adzim di saat ia mendatangi Imam Ali Al-Hadi sambil berkata, “Engkau (Imam Ali Al-Hadi) adalah imam kami. Aku akan mengutarakan ajaran agama yang aku yakini kepada Anda, apakah ajaran yang aku yakini sudah benar?”
Imam Hadi menjawab, “Engkau adalah wali kami.”
Di luar ilmunya yang tinggi, inilah yang membuat dirinya semakin mulia dan agung sampai-samoai makamnya dibangun sedemikian megah dan ramai akan peziarah.






