Memahami Huruf ‘Muaqattaah’ dalam Al-Quran (Bagian 4)

SHIAHINDONESIA.COM – Sebagian orang berkata, bahwa suatu hari, ketika dibacakannya huruf muqattaah ini, hal itu membuat orang-orang yang hadir mendengarnya menjadi takjub, sehingga mereka menyimak al-Quran.

Oleh karenanya, orang-orang yang menolak al-Quran kala itu berusaha untuk membuat suasana menjadi gaduh, agar suara bacaan al-Quran tidak sampai ke telinga orang-orang Arab.

“Dan orang-orang yang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Qur’an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS. Fussilat: 26).

Allamah Thaba’thaba’i di dalam menafsirkan surah As-Syu’ara, menyinggung soal huruf muqattaah ini, “Sebagaimana setiap surah yang diawali dengan huruf-huruf ini, seperti Alif, Lam, Mim, Alif Lam, Ra, Tha, Sin dan sebagainya, kalau huruf-huruf tersebut dilihat dari sisi kandungannya, satu sama lain memiliki kemiripan.

Maka, mungkin dapat dibayangkan, bahwa di antara huruf-huruf tersebut dan kandungan surahnya terdapat sebuah hubungan.

Seperti surah A’raf, dimulai dengan huruf Alif-lam-mim Shad, boleh jadi seluruh kandunagan di antara surah yang di awali dengan huruf Alif-lam-mim, menyatu dengan surah Shad.

Begitu juga dengan surah Ar-Ra’d, yang diawali dengan huruf Alif-lam-mim-ra, yang boleh jadi satu kesatuan dari surah-surah yang diawali dengan huruf Alif-lam-mim-ra’.

Oleh karena itu, huruf-huruf ini merupakan kode dan isyarat antara Allah dan Rasul-Nya, yang pemahaman kami tak mampu menjangkaunya.

Lebih dari hubungan tersebut, kami tidaklah mengetahui. Mungkin, orang lain ada yang mengetahui huruf-huruf itu tak sebatas pada sebuah kode dan isyarat antara Allah dan Rasul-Nya saja.

Dalam hal ini, Imam Ali berakata, “Setiap kitab memiliki hal yang terpilih. Dan hal yang terpilih di dalam al-Quran adalah di dalam Huruf hijaiyah yang berada di awal-awal surah (huruf muqattaah).”

Pendapat yang terpilih (di antara pandangan yang ada) adalah bahwa huruf muaqattaah adalah sebuah kode dan isyarat (antara Allah dan Rasul-Nya).

Bahwa huruf-huruf tersebut meliputi rahasia-rahasia yang terdapat di antara Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang yang diamanahi menerima wahyu.

Jika saja orang-orang biasa dapat mengetahui rahasia di balik huruf muqattaah, maka pengetahuannya hanyalah mendekati dari hakikat yang ada (tidak sepenuhnya tahu).  

Iya, adanya kemungkinan bahwa huruf-huruf tersebut memberikan sebuah manfaat. Hal tersebut senada dengan pendapat Zamahksyari, Zarkasyi dan Allamah Thaba’tabah’i.

Karenanya, apapun itu huruf-huruf ini termasuk salah satu dari perihal yang menakjubkan di dalam al-Quran, di mana senantiasa memiliki rahasia-rahasia besar.

Sumber:

  • QS. Shad: 29
  • QS. Al-Qaqi’ah: 79
  • Sa’d As-Su’ud, Li Nufus Mandud, Ibn Thawus Ali bin Musa, hal. 217, penerbit Darul Dakha’ir, Qom-Iran
  • Kamaludin Wa Tamam An-Ni’mah, Ibn Babawaih, jil. 2, hal. 640
  • At-Tamhid fi Ulumil Quran, Hadi Ma’rifat, jil. 5, hal. 310-315
  • Al-Mizan, Thaba’thaba’i, jil. 18, hal. 6
  • Al-Burhan fi Ulumil Quran, Zarkasyi, jil. 1, hal. 256, penerbit, Darul Makrifah, Beirut-Lebanon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top