SHIAHINDONESIA.COM – Di dalam Al-Quran, kita sering melihat atau membaca huruf muqataah, sebuah huruf yang terpisah-pisah. Untuk memahami huruf tersebut, ada beberapa pandangan yang benareka ragam, salah satunya adalah sebagai berikut. Terkait huruf muqataah di dalam Al-Quran terdapat pandangan yang beragam.
1. Huruf muqattaah merupakan bagian dari muatasyabihat di dalam Al-Quran, yang sama sekali tidak dapat diuraikan, lantaran merupakan huruf-huruf yang memilik makna tersembunyi, yang manusia biasa tak mampu memahaminya.
2. Huruf tersebut adalah kode-kode antara Allah dan Rasul-Nya, yang hanya diperuntukkan kepada wali-wali Allah, selain mereka jalan untuk memahaminya tertutup.
3. Huruf muqataah hanya sekadar huruf yang berdiri sendiri, yang tak ada sesuatu yang terkandung di dalamnya. Ayattullah Hadi Makrifat menulis, “Huruf-huruf ini (muqataah) meliputi rahasia-rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang mendapat Wahyu dari-Nya.
Dalam permulaan 29 surah dari surah-surah yang ada di dalam Al-Quran, ada beberapa huruf dari Huruf-huruf muqataah, yang kesemuanya berjumlah 78 huruf, dan dengan adanya penghapusan yang keberlanjutan, maka menjadi 14 huruf, yaitu setengah dari huruf Hijaiyah yang berjumlah 28 huruf.
Huruf-huruf muqattaah berada di awal-awal surah, sebuah deretan huruf yang saling berurutan, namun tidak terbentuk sebuah kata (yang memiliki arti).
Meskipun di dalam penulisan (huruf muqattaah) tertulis dengan saling tersambung, namun di dalam bacaannya, dibaca secara terpisah (dibaca per huruf). Seperti ا ل م ص, adapun jumlah keseluruhan huruf muqataah adalah 14, sebagaimana berikut, ا ح ر س ص ط ع ق ک ل م ن ه ی
Badrudin Zarkasyi mengatakan, “Dari susunan huruf ini, dapat disusun menjadi kalimat seperti ini:
حکیم قاطع به نص
Adapun Faizh Khasyani menyusun 14 huruf di atas menjadi sebuah kalimat berikut:
صرائط علی حق نمسکه
Pandangan yang Beragam tentang Huruf-huruf Muqattaah
Terkait dengan huruf-huruf muqattaah sering menjadi perbincangan, dan memiliki pandangan dan pendapat yang beragam tentang hal ini. Mungkin, lebih dari 20 pandangan tentang huruf muqataah ini, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Fakhru Razi di dalam tafsirnya. Namun, berdasarkan pondasi yang beragam tentang huruf ini dapat kita katakan menjadi tiga bagian.
1. Huruf muqataah merupakan muatasyabihat dalam Al-Qur’an, yang tidak ada jalan keluar untuk memahaminya, dan bagi manusia biasa sulit untuk memahaminya.
Abi Amr bin Amir bin Syarahbil berkata, “Kita meyakini sisi lahiriah (muatasyabihat), namun soal Ilmu di dalamnya, kami serahkan kepada Allah Swt”
Akan tetapi, orang-orang ahli teolog mencekal pernyataan di atas, di mana ketidaktahuan yang mutlak adalah ketidaktahuan yang (seharusnya) juga dialami oleh Nabi Saw. dan dan para Imam Maksum tentang Muatasyabihat di dalam Al-Quran, dan mereka tidak akan menerima Al-Quran. Oleh karenanya, bagaimana mungkin di dalam sebuah kitab yang disifati dengan kata Mubin (jelas), namun semuanya tampak tersembunyi.
Allah Swt. berfirman, “Telah kami turunkan kepada-Mu sebuah kitab, yang penuh dengan keberkahan, sehingga orang-orang berakal merenungkan dan mengingat ayat-ayatnya.”





