Manfaat di Balik Mempelajari Al-Qur’an

SHIAHINDONESIA.COM – Seperti diketahui, bahwa al-Quran dan Ahlulbait adalah dua hal yang tak terpisahkan, bahkan mereka disebut-sebut sebagai al-Quran yang bisa berbicara, artinya, mereka yang mampu menafsirkan al-Quran secara sempurna.

Oleh karenanya, tak sedikit anjuran yang datang dari mereka untuk selalu mempelajari Al-Quran dan sebagainya, lantaran di balik mempelajari al-Quran ada banyak manfaat yang dapat kita petik.

Berikut adalah hadis dari Imam Ali tentang anjuran untuk mendalami al-Quran.

قالَ عَلىٌّ عليه السلام: «تَعَلَّمُوا القُرآنَ فَاِنَّه اَحْسَنُ الحَديثِ، وَ تَفَقَّهُوا فيه فَاِنَّهُ رَبـيعُ القُلُوبِ، وَاسْتَـشْفُوا بِنُـورِهِ، فَـاِنَّهُ شِـفاءُ الصُّـدُورِ، وَ اَحْسِـنُوا تِـلاوَتَهُ فَاِنَّهُ اَنْـفَعُ الْقِـصَصِ». [ جامع الاخبار والآثار، ج 1، ص 211.]

Imam Ali As berkata, “Pelajarilah Al-Qur’an, sesungguhnya ia (Al-Qur’an) sebaik-baik perkataan.  Dan perdalamilah Al-Qur’an, sesungguhnya ia musim seminya hati; berobatlah dengan cahayanya, sungguh ia adalah obat hati, serta  bacalah ia dengan baik, karena ia adalah kisah-kisah yang paling bermanfaat.” (Jamiul Akhbar wal Atsar, jil. 1, hal. 211).

Imam Ali As dalam ungkapannya menekankan tiga aspek utama terkait dengan Al-Qur’an.

Pertama, dia mendorong untuk mempelajari Al-Qur’an secara mendalam, menunjukkan bahwa pemahaman yang lebih dalam tentang kitab suci ini dapat membuka pintu kebijaksanaan dan pengetahuan yang lebih besar.

Kedua, Imam Ali As menggambarkan Al-Qur’an sebagai musim semi bagi hati, menyirami dan menyegarkan jiwa seseorang. Ini mencerminkan keyakinan bahwa pembacaan dan pemahaman Al-Qur’an dapat membawa kedamaian dan kebahagiaan batiniah.

Ketiga, Imam Ali As menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah obat hati, menyoroti aspek penyembuhan dalam kitab suci tersebut. Ini dapat diartikan sebagai pemahaman bahwa ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an memiliki potensi untuk menyembuhkan luka-luka hati dan memberikan ketenangan.

Selain itu, Imam Ali As mendorong agar membaca Al-Qur’an dengan baik, menunjukkan pentingnya membaca dengan penuh penghayatan dan kekhusyukan. Ia menyebut Al-Qur’an sebagai kisah-kisah yang paling bermanfaat, menekankan nilai-nilai moral, etika, dan hikmah yang terdapat dalam ayat-ayatnya.

Dengan demikian, ungkapan Imam Ali As mencerminkan pandangan bahwa Al-Qur’an bukan hanya sekadar teks suci, tetapi juga sumber inspirasi, petunjuk hidup, dan obat bagi jiwa manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top