Asal-usul Penamaan Surah Al-Falaq dan An-Nas dengan Surah Mu’awwidatain (Bagian 1)

SHIAHINDONESIA.COM – Beberapa surah dalam Al-Qur’an mempunyai nama yang berbeda-beda, seperti surah Falaq dan an-Nas, salah satu nama dari surah-surah al-Quran adalah “muawwidah” dan kedua surah tersebut (al-falaq dan an-nas) disebut dengan Mu’awidah, sehingga kedua surah ini, kalau dalam bentuk jamak disebut Mu’awwidatain .

Di dalam sebuah riwayat juga kedua surah ini disebut dengan Mu’awwidatain. Kata Mu’awwidah berasal dari kata awwada yang artinya adalah berlindung dan menjaga diri dari keburukan, atau berlindung kepada orang yang dapat menangkal keburukan (darinya).

Alasan Penamaan Kedua Surah Tersebut dengan Kata Mu’awwidatain

Alasan penamaan kedua surah ini adalah karena perlu diingat bahwa Al-Qur’an memperkenalkan dirinya sebagai obat dan Allah berfirman di dalam al-Quran

وَ نُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ ما هُوَ شِفاءٌ وَ رَحْمَهٌ لِلْمُؤْمِنِینَ وَ لا یزِیدُ الظَّالِمِینَ إِلاَّ خَساراً

“Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al-Isra: 82)

Dan apa yang Kami turunkan dari Al-Qur’an adalah kesembuhan hati dan rahmat Allah kepada orang-orang yang beriman, namun tidak akan menambah apa pun bagi orang-orang kafir kecuali kerugian. Bagi mereka yang berpegang teguh dan akrab dengannya, Al-Qur’an dapat menjadi penyembuh bagi sisi lahiriah sekaligus penyembuh ruhani mereka.

Akan tetapi mengenai surah ini, beberapa hadis yang ada (mengatakan), jika seseorang menyembuhkan dirinya  atau orang lain dengan wasilah kedua surah tersebut, maka penyakitnya akan sembuh dan ia akan selamat dari keburukan yang disebutkan dalam kedua surah tersebut.

Imam Ja’far Shadiq As. berkata,  “Ketika Nabi Saw. jatuh sakit, dan demamnya menjadi parah, Malaikat Jibril (dan Mikail) menurunkan dua surah ini untuk menyembuhkan Nabi Saw. Malaikat Jibril membaca Surah Falaq dan Mikail membaca Surah an-Nas, mereka melakukan penyembuhan nabi dengan meletakkan di tangan mereka di kaki nabi.”

Selain itu, Imam Ja’far Sadiq Saw. mengatakan, “Nabi Saw. berkata,  ‘Jika seseorang ingin berbuat jahat kepada orang lain, dan dia ingin Tuhan menyingkirkan orang itu darinya (dan mencegahnya) dari berbuat maksiat, maka ketika melihatnya, hendaknya ia berkata, ‘Berlindunglah kepada Allah atas kekuasaannya dari ciptaan dan kekuasaannya” dan bacalah Surat Falaq lalu bacalah ayat ini:

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِی اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَیهِ تَوَکَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِیمِ

“…Maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” (QS. At-Taubah: 129).

Dalam hal ini, Tuhan akan menghilangkan darinya tipu daya dari setiap penipuan dan tipu muslihat dari setiap perencana dan rasa iri dari setiap kedengkian, dan dia harus membaca surah-surah ini.”

Dinukil dari Imam Ali Ridho As. bahwa suatu hari  melihat seseorang (yang sakit), dan ia meminta secawan air, kemudian Imam Ali Ridho membacakan surah al-fatihah, al-alaq dan an-nas, lalu ia meniup air tersebut. Lalu air itu dituangkan ke tubuh orang yang sakit itu, lalu orang tersbut sembuh dari penyakitnya. Lalu Sang Imam berkata, “Penyakit itu tidak akan lagi kembali ke tubuh orang itu.”

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
Exit mobile version