Mengenal ‘Mushaf Fathimah’ yang Sering Disalahpahami

SHIAHINDONESIA.COM – Tuduhan yang tak pernah habis dinisbahkan kepada mazhab Ahlulbait adalah soal al-Qurannya yang berbeda dengan al-Quran umat Muslim pada umumnya. Para pembeci Syiah meyakini bahwa al-Quran Syiah berbeda. Yang dimaksud al-Quarn Syiah itu, salahs satunya adalah Mushaf Fathimah. Benarkah Mushaf Fathimah adalah al-Quran Syiah? Dan apa yang dimaksud Mushaf Fathimah itu?

Agar tak menjadi kesalahpahaman di antara umat Muslim, penulis hendak menjelaskan, apa itu Mushaf Fathimah, agar upaya ini dapat meluruskan tuduhan yang tak mendasar itu, yang acapkali disematkan pada mazhab Syiah.

Mushaf Fathimah merupakan sebuah kitab, yang isinya berasal dari malaikat jJibril yang didektekan kepada Imam Ali. Imam Alilah yang mencatat semua materi yang datang dari malaikat itu. Isi dari Mushaf Fathimah berbeda dengan al-Quran. Mushaf Fatimah berisi perihal kedudukan Nabi Saw. di dalam surga.

Selain itu, Mushaf Fathimah berisi berita-berita tentang kejadian di masa yang akan datang. Kitab ini, berada di antara para imam dua belas, yang bersifat turun temurun hingga ke Imam Mahdi. Selain dari para imam, tak ada seorang pun yang mampu mengakses kitab tersebut hingga detik ini. Para imam Syiah juga menegaskan bahwa mushaf Fathimah bukanlah al-Quran, seabagimana yang sering dituduhkan ke mereka.

Sejatinya, Mushaf Fathimah merupakah bentuk upaya malaikat Jibril untuk menghibur Sayyidah Fathimah, yang kala itu memang tengah tenggelam dalam duka, lantaran telah kehilangan sosok yang paling ia cintai, yaitu ayahnya sendiri, Nabi Muhammad Saw. Di dalam mushaf itu, malaikat Jibril memberikan kabar kepada Sayyidah Fathimah tentang kedudukan ayahnya di surga.

Sehingga, dengan begitu, kesedihan yang cukup mendalam yang ia rasakan, dapat sedikit reda. Setidaknya, berikut adalah isi dari kandungan Mushaf Fathimah:


1. Ucapan belasungkawa malaikat Jibril kepada Sayyidah Fathimah

2. Berita tentang kedudukan Nabi Muhammad Saw. di surga

3. Berita tentang kejadian-kejadian yang akan datang

4. Berita tengang para pemimpin umat disertai dengan nama-nama mereka hingga nama-nama ayah mereka.

5. Kabar para nabi, orang-orang mukmin, orang-orang kafir di masa lalu dan yang akan datang.

Menanggapi bahwa Mushaf Fathimah bukanlah al-Quran bagi orang-orang Syiah, Ima Ja’far Shadiq berkata, “Demi Allah, mushaf Fathimah ada di antara kami, namun taka da satu ayat pun yang ada di dalam mushaf Fathimah!” (Usul Kafi, Kulaini, jil. 1, hal. 238).

Perlu kita catat, bahwa memang para imam maksum dapat menerima wahyu. Namun, perlu kita perhatikan, bahwa yang dimaksud wahyu di sini berbeda dengan wahyu yang diapat para nabi, namun lebih kepada bahwa para imam dapat berbicara dengan malaikat. Umumnya, wahyu yang didapat para imam itu, disebut juga dengan istilah muhadtsah, sebagaimana yang terjadi perbincangan malaikat Jibrul kepada Sayyidah Fathimah, yang kemudia dibukukan dan dinamai Mushaf Fathimah.

Bukankah di dalam kitab-kitab Ahlusunnah juga dijelaskan, bahwa Aisyah dan Khalifah Umar, yang di tengah keyakinan mazhab Ahlusunnah, kedunya tokoh  itu dapat berbicara dengan malaikat? Artinya, ketika malaikat Jibril berbicara dengan Sayyidah Fathimah, itu bukanlah perihal yang mengada-ngada.

Sebagai penutup, sekarang sudah jelas, apa itu Mushaf Fathimah, dan apa perbedaannya dengan al-Quran. Dari sini, semoga kita tidak dengan mudah yakin dengan isu kalau al-Quran Syiah berbeda. Kalau tidak percaya, Anda bisa langsung buktikan dengan pergi ke rumah orang Syiah, jangan kaget kalau yang Anda temukan ternyata al-Quran yang juga Anda baca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
Exit mobile version