Apa Manfaat Berselawat kepada Rasulullah Saw dan Ahlulbaitnya?

TANYA: Apa manfaat berselawat kepada Rasulullah Saw. dan Ahlulbaitnya, bukankah mereka tak butuh selawat dari kita?

JAWAB:

Tidak diragukan lagi, bahwa perbuatan berselawat kepada Nabi Muhammad Saw., dan keluarganya merupakan perbuatan yang sering dianjurkan  untuk dilakukan. Di dalam sebuah riwayat dikatakan, “Di dalam timbangan perbuatan manusia tidak ada yang lebih berat (akibat) dari berselawat kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya.” [1]

Rasulullah Saw., bersabda, “Barang siapa yang mengirimkan selawat kepadaku berdasarkan keimanan dan untuk meraih pahala dari Allah, maka seluruh dosanya akan diampuni. Kemudian, ia akan memulai perbuatannya dari lembaran yang baru.”[2]

Imam Ali Ridho As., berkata, “Sesiapa yang tidak mampu melakukan kafarah, kemudian ia mengirimkan banyak selawat kepada Nabi Saw., maka selawat yang ia kirimkan akan menghapus seluruh dosa-dosanya.”[3]

Filosofi Berselawat kepada Nabi Muhammad Saw. dan Keluarganya

  1. Tujuan dari berselawat kepada Rasulullah Saw., adalah  agar syiar Islam tidaklah diabaikan. Senantiasa berselawat kepada mereka menjadikan kemuliaan Islam sebagai agama akan tetap terjaga dan jaya.
  2. Dengan berselawat kepada nabi kita dan keluarganya, kita akan semakin kenal kepadanya yang memiliki maqam tinggi itu, kemudian kita dapat meniru akhlak, perbuatan dan sifat-sifat mulia mereka. Dengan cara ini, kita dapat membersihkan jiwa-jiwa kita. Oleh karena itu, ada sebuah ungkapan, bahwa mengirimkan selawat kepada Nabi Saw. dan Ahlulbaitnya akan mensucikan akhlak dan perbuatan kita serta meluruhkan semua dosa-dosa.
  3. Di dalam Ziarah Jamiah Al-Kabirah, kita terbiasa membaca, dengan terjemahan beriku. “Allah menjadikan selawat kami yang kalian kirimkan dan keberwilayahan kalian kepada kami dapat menyebabkan bersihnya akhlak dan jiwa-jiwa serta menumbuhkan spiritual dan menutupi dosa-dosa.” [4]

4. Selawat kepada Nabi dan Ahlulbaitnya adalah sebuah rahmat baru yang turun ke dalam ruh yang bersih. Dari selawat tersebut yang merupakan sumber dan wasilah sebuah anugerah yang datang dari mereka (Nabi Saw., dan Ahlulbaitnya), lalu turun kepada umat manusia. Oleh karenanya, mengirimkan salam dan selawat kepada mereka, pada dasarnya sebuah salam yang rahmatnya kembali kepada diri kita.


[1] Al-Kafi, jil. 2, hal. 494

[2] Stawabaul A’mal, hal. 186

[3] Uyun Akbar Ar-Ridho, jil. 294

[4] Ziarah Jamiah Al-Kabirah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *