Ramalan Takdir: Kisah Menakjubkan Seorang Syekh

SHIAHINDONESIA.COM – Sheikh Al-Hurr Al-Aamili, yang wafat pada tahun 1104 Hijriyah, dalam bukunya “Ithbat Al-Huda” menyampaikan kisah menakjubkan yang dialaminya:

Pada suatu hari perayaan di desa kami, saya bersama sekelompok pelajar dan orang-orang saleh duduk di kampung kami yang bernama Masygharah. Saya berkata kepada mereka, “Saya ingin tahu di perayaan berikutnya, siapa di antara kita yang masih hidup, dan siapa yang sudah meninggal?”

Seorang pria bernama Sheikh Muhammad, yang merupakan teman dalam pengajian, menjawab, “Saya yakin bahwa saya akan hidup sampai perayaan berikutnya, bahkan sampai perayaan setelahnya, dan seterusnya, hingga usia dua puluh enam tahun.”

Dari jawabannya terlihat bahwa dia berkata dengan tegas tanpa bercanda. Saya bertanya kepadanya, “Apakah Anda mengetahui hal-hal yang gaib?”

Dia menjawab, “Tidak, tetapi saya melihat Imam Mahdi (semoga Allah mempercepat kedatangannya) shalat di dalam mimpi saya. Ketika saya sedang sakit parah, saya berkata kepadanya, ‘Saya sakit dan takut akan meninggal, dan saya tidak memiliki amal shalih yang dapat saya perlihatkan di hadapan Allah.'”

Dia berkata, “Jangan takut, karena Allah akan menyembuhkan Anda dari penyakit ini, dan Anda tidak akan meninggal karena itu. Sebaliknya, Anda akan hidup selama dua puluh enam tahun.”
Kemudian dia memberikan saya secangkir minuman yang ada di tangannya, saya minum dari itu, dan penyakit saya pun sembuh. Saya yakin bahwa ini bukanlah tindakan setan.

Ketika saya mendengar ceritanya, saya mencatat tanggal kejadian itu, yaitu pada tahun 1049 Hijriah. Waktu berlalu, dan pada tahun 1072 Hijriah, saya pindah ke tanah suci. Ketika tahun terakhir tiba, saya merasa bahwa jangka waktu itu sudah berakhir.

Saya kembali ke tanggal dan tahun tersebut, dan melihat bahwa sudah berlalu dua puluh enam tahun. Saya berkata, “Sangat mungkin bahwa orang itu sudah meninggal.” Tidak lama setelah itu, saya menerima surat dari saudara saya yang berada di kampung, memberi tahu bahwa orang yang dimaksud telah meninggal.

Sumber:

ينظر:
– إثبات الهداة: ج٥، ص٣٤٠.
– تكملة أمل الآمل: ج١، ص٣٠٠-٣٠١، الترجمة ٣٢٥.

Artikel ini adalah artikel terjemahan yang ada di https://kitabat.blog/t_t/contents/view/details?id=10322

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top