Siapakah Mujahid Sejati di Mata Rasulullah Saw?

SHIAHINDONESIA.COM – Masih ingatkah kita, saat beberapa tahun silam dunia dikejutkan oleh kekejaman kelompok teroris ISIS yang secara keji dan tak manusiawi menghabisi nyawa yang tak bersalah, di Suriah dan Irak. Yang bikin miris lagi adalah, bahwa mereka berdalih, apa yang mereka lakukan atas nama Islam dan jihad.

Karenanya, tak sedikit manusia dari berbagai penjuru dunia—dengan motivasi jihad yang ditawarkan ke mereka—membuat mereka bergabung, tanpa berpikir panjang dengan tujuan hindak berjihad, syahid dan masuk surga.

Tentu, apa yang mereka lakukan tak senada dengan apa yang Islam ajarkan. Lagi pula, untuk berjihad tak melulu soal perang. Seseorang bisa berjihad melalui ilmu, uang dan kemampuan yang mereka punya, di jalan yang positif.

Berbekal sikap yang ambisius tanpa dibarengi ilmu dan perhitungan yang cukup matang, akhirnya mereka bersikeras, bahwa jalan jihad satu-satunya adalah perang. Padahal, sedari dulu nabi sudah mengingatkan, bahwa jihad terbesar adalah melawan hawa nafus kita sendiri.

Hal itu dipertegas dengan hadis nabi yang berbunyi sebagai berikut,

رسولُ اللّه ِ صلى الله عليه و آله :المُجاهِدُ مَن جَاهَدَ نَفْسَهُ في اللّه ِ .[كنز العمّال : 11261 ، تنبيه الخواطر : 1/96 .]

“Seorang Mujahid (sejati) adalah mereka yang berjihad (melawan) hawa nafsunya karena Allah Swt.”

Kita sadari bahwa mengendalikan hawa nafsu bukan hal yang mudah. Tak sedikit manusia yang tergelincir dalam hidupnya gegara tak pandai menahan hawa nafsu. Karenanya, tak heran jika jihad melawan hawa nafsu adalah jihad terbesar.

Dari hadis di atas kita belajar, bahwa langkah awal untuk memulai jihad adalah dengan berjihad menaklukan hawa nafsu kita. Dengan begitu, kita akan menyandang sebagai mujahid sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top