SHIAHINDONESIA.COM – Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman, terlebih dari sisi teknologi, manusia kian bebas untuk meluapkan ekspresinya di media sosial, seperti Instagram, Tiktok dan yang sejenisnya.
Namun, kebebasan untuk berekspresi itu, buat sebagian orang justru malah menjerumuskan dirinya ke dalam lubang kehancuran. Bagaimana tidak, tak sedikit dari mereka yang berbicara atau menulis tanpa dipikir lebih dulu. Akibatnya, tak sedikit pihak yang dibuatnya terseinggung dan sakit hati.
Mengapa demikian? Lantaran apa yang mereka bicarakan dan tulis di media sosial, tak mereka saring terlebih dahulu sebelum di-share ke publik. Mereka tidak memikirkan manfaat dan mudarat dari ucapan mereka. Karenanya, penting kiranya untuk kembali membaca nasihat dari Nabi Muhammad Saw yang termaktub di dalam hadis sebagai berikut.
.صِفَةُ الْعاقِلِ …. اِذا اَرادَ اَنْ يَتَكَلَّمَ تَدَبَّرَ فَاِنْ كانَ خَيْرا تَكَلَّمَ فَغَنِمَ وَ اِنْ كانَ شرّا سَكَتَ فَسَلِمَ
Sifat orang berakal, jika hendak berbicara, ia akan merenungkan terlebih dahulu. Jika (apa yang akan ia bcarakan) memiliki kebaikan, ia akan katakan, maka ia akan beruntung (baca: memetik manfaat). Jika (perkataan itu) memiliki keburukan, ia akan diam maka ia akan selamat. (Tuhaf al-Uqul, hal. 28-29)
Begitulah nasihat nabi kepada kita, bahwa berpikir sebelum berbicara adalah hal yang penting untuk kita lakukan. Tujuannya, tentu saja, selain menyelamatkan kita dari luapan amarah orang lain, juga membuat orang lain tak tersinggung dan sakit hati atas apa yang kita katakan.
Semoga bermanfaat.






