Belajar Hidup ‘Disiplin’ dari Imam Khomaini Ra

SHIAHINDONESIA.COM – Seorang saksi hidup menuturkan tentang kedisiplinan Imam Khomaini selama hidupnya, sebagai berikut.

Imam Khomaini sangat disiplin dalam setiap keigiatannya, sehingga kami yang berada bersama beliau, terbiasa menyesuaikan waktu kami dengan jam kegiatannya. Artinya, ketika Sang Imam sedang melakukan sesuatu, kami tahu jam berapa saat itu. Bahkan keluarganya pun tahu apa yang beliau lakukan pada jam tertentu.

Untuk pergi ke makam suci Imam Ali,  mereka memahami apa yang sedang dilakukan pria itu pada jam seperti itu. Untuk pergi ke area makam Imam Ali, beliau biasanya keluar rumah pada jam 2.15 pagi dan tepat jam 3, beliau baru sampai tepat ke makam Imam Ali.

Dan kemudian, ketika penjaga keamanan mengawasinya, mereka merasa nyaman, lantaran Imam sudah berada di dalam area makam. Ketika imam memasuki tempat suci , para penjaga keamanan pun akan menjalankan kegiatannya masing-masing, sebab mereka tahu jam berapa imam akan keluar, dan kembali ke rumah.

Di waktu-waktu salat Dzuhur, orang-orang di sekitarnya juga tahu betul kedisiplinan Sang Imam, mulai kapan beliau berangkat ke masjid, hingga pulang kembali ke rumah. Kedisiplinan Imam Khomaini bukanlah hal yang asing di mata para pengamannya.

Suatu hari, saya masih ingat, Imam Khomaini berbicara soal proses belajara-mengajar kepada para muridnya, “Jika kalian datang untuk belajar, maka datanglah tepat waktu.”

Soal belajar-mengajar, beliau memang sangat disiplin. Dan tidak ada satu pun hal yang dapat meliburkan kelasnya. Suatu hari, ketika beliau mendengar kabar akan kematian putranya, Sayyid Mustafa, kami sempat izin kepada beliau untuk melakukan proses penguburannya.

Kami mengira bahwa Imam Khomaini akan bersedih (atas kematian putranya), hingga seorang dokter mendatangi imam, untuk menyampaikan kabar duka ini. Hari itu, kami mengira kalau Sang Imam tidak akan datang ke masjid, namun kami melihat Imam melaksanakan salat tepat waktu, beliau juga tidak meninggalkan kelasnya. Hari itu, Al-Quran yang dibacanya setiap hari, ia baca sebagaimana hari biasanya.

*Artikel ini terjemahan dari buku bahasa Persia yang berjudul: Sar Guzasyteho-ye Wizyeh-e Zendegi-e Emom Khomaini (Kisah Kenangan Keistimewaan Imam Khomaini), hal. 125.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top