Insipirasi Al-Quran: Hubungan Jiwa dan Badan

SHIAHINDONESIA.COM – Allah berfirman, “Allah wafatkan manusia di saat kematiannya dan (wafatkan juga) manusia yg belum mati di saat tidurnya. Allah menahan jiwa-jiwa yang telah ditetapkan baginya kematian dan Allah jugalah yg melepaskan jiwa-jiwa lain sampai batas waktu yg sdh ditentukan. Sungguh dlm semua itu tersirat tanda-tanda kebesaran Allah bagi org yg berfikir.” (QS. Az-Zumar: 42).

Ayat di atas mengatakan bahwa di saat kematian Allah memutus hubungan antara jiwa/ruh dan jasad. Dan di saat tidur Allah juga mengeluarkan jiwa/ruh dari jasad. Namun tidak sampai memutus hubungan antara keduanya secara total.

Hubungan antara jiwa/ruh dan jasad berada dalam tiga kondisi: Hubungan yang sempurna; itulah hubungan di saat manusia hidup dan terjaga. Hubungan yang kurang sempurna; itulah di saat manusia tidur. Hubungan yang nihil; itulah hubungan di saat kematian dan saat ia dipindahkan ke alam barzakh.

Ayat di atas seakan ingin berkata, wahai manusia, jangan kau lalai. Petik pelajaran dari kondisi ‘tidur’mu yang merupakan bagian dari bentuk kematian dimana kau bisa saja tidak bangun selamanya. Semoga Allah menganugerahkan akhir hayat kita penuh dgn kebaikan; dan tidak keluar dari dunia ini melainkan Allah ridha kepada kita, demi rahmat Allah, ya Arhamar Rahimin.

Penulis: Ustaz Husein Shahab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top