SHIAHINDONESIA.COM – Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan istilah “Makiyah” dan “Madaniyah“?
Jawab: Ada tiga pengertian yang berbeda untuk istilah “Makiyah” dan “Madaniyah“:
- Mekah adalah kota di mana ayat-ayat Al-Quran turun sebelum hijrah Nabi Muhammad, sedangkan Madinah adalah kota di mana ayat-ayat turun setelah hijrah. Ini tidak bergantung pada apakah ayat tersebut turun di Mekah atau Madinah, tetapi lebih pada waktu turunnya, apakah saat Penaklukan Mekah, Hudaibiyyah, atau selama perjalanan-perjalanan lainnya.
- Makiyah merujuk pada ayat-ayat yang turun di Mekah, bahkan jika itu terjadi setelah Hijrah, sementara Madaniyah merujuk pada ayat-ayat yang turun di Madinah. Ayat-ayat yang turun selama perjalanan-perjalanan lainnya tidak disebut sebagai Makiyah atau Madaniyah.
- Makiyah merujuk pada ayat-ayat yang ditujukan kepada penduduk Mekah, sementara Madaniyah merujuk pada ayat-ayat yang ditujukan kepada penduduk Madinah.
Penting untuk dicatat bahwa ada perbedaan pendapat dalam mengidentifikasi apakah sebuah ayat atau surah adalah Makiyah atau Madaniyah. Cara satu orang menafsirkan istilah ini mungkin berbeda dengan orang lain, dan banyak yang cenderung mengutamakan pendekatan pertama dalam menentukan Makiyah atau Madaniyah.
- Cara Membedakan Makiyah dan Madaniyah:
Cara satu-satunya untuk menentukan apakah sebuah ayat adalah Makiyah atau Madaniyah adalah dengan merujuk pada hadis dan teks sejarah yang menggambarkan waktu turunnya ayat tersebut, apakah sebelum atau setelah Hijrah. Melalui dokumen-dokumen tersebut, para peneliti dan penafsir Al-Quran dapat menentukan banyak surah Makiyah dan Madaniyah serta ayat-ayat yang termasuk ke dalamnya.
- Karakteristik Surah Makiyah dan Madaniyah:
Dalam perbandingan antara surah Makiyah dan Madaniyah, beberapa karakteristik berikut dapat dikenali:
Makiyah:
- Surah Makiyah cenderung lebih pendek.
- Mereka memberikan hukum dan perincian lebih rinci tentang masalah-masalah agama, hukum, hak dan kewajiban.
- Mereka berbicara kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani serta mengingatkan mereka untuk tidak berlebihan dalam agama mereka.
- Menyebutkan tentang munafik dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat Muslim.
- Banyak surah makiyah dimulai dengan kata “Ya ayyuhan-nass” (Wahai manusia).
Madaniyah:
- Surah Madaniyah cenderung lebih pendek dan memiliki gaya yang ringkas dan seragam.
- Mereka mengemukakan dasar-dasar kepercayaan kepada Allah, kenabian, dan akhirat.
- Mendorong umat untuk memelihara akhlak yang baik dan berpegang teguh pada kebaikan.
- Menyindir penyembah berhala dan mengkritik keyakinan mereka.
- Banyak surah Madaniyah dimulai dengan kata “Ya ayyuha alladhina amanu” (Hai orang-orang yang beriman).
Penting untuk diperhatikan bahwa karakteristik ini hanya berlaku dalam banyak kasus, dan terdapat beberapa ayat Madaniyah dengan gaya yang mirip dengan Makiyah dan sebaliknya.
- Manfaat Mengetahui Makiyah dan Madaniyah:
- Memahami Nasikh dan Mansukh: Mengetahui apakah sebuah ayat berasal dari Mekah atau Madinah membantu dalam memahami ayat-ayat yang mensyaratkan perubahan atau yang dinyatakan dicabut. Hal ini penting dalam pemahaman hukum Islam yang berkembang.
- Memahami Perbedaan Umum dan Khusus: Perbedaan antara ayat-ayat Makiyah dan Madaniyah membantu dalam memahami ayat-ayat dengan makna yang lebih luas atau lebih khusus. Ini memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang aplikasi hukum.
- Mengetahui Kemajuan Hukum: Dengan menentukan apakah ayat tersebut berasal dari Makiyah atau Madaniyah, kita dapat melihat perkembangan hukum dalam Islam. Di Makiyah, penekanannya lebih pada iman kepada Allah, kenabian, dan hari kiamat. Di Madaniyah, perhatian beralih ke hukum yang lebih rinci, kewajiban, dan hak.
- Relevansi dalam Fiqh dan Istinbat: Pengetahuan tentang konteks turunnya ayat dan situasi sekitarnya memberikan manfaat besar dalam Fiqh (hukum Islam) dan Istinbat (mendapatkan hukum baru). Fiqh sangat bergantung pada pemahaman mendalam tentang Al-Quran.
- Pahala dalam Berpikir: Memahami latar belakang ayat-ayat Makiyah dan Madaniyah memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang agama Islam. Ini memberikan pemahaman yang lebih dalam dan pemikiran yang lebih cermat kepada para cendekiawan Islam.
- Kesempatan untuk Berpikir Lebih Dalam: Contoh ayat yang disebutkan dalam artikel, seperti “Wailu lilmushrikina alladhina la yu’toona alzzakata wahum bialakhirati hum kafiroona” (Q.S. Fushshilat: 7), menggambarkan betapa pentingnya memahami konteks ayat untuk menghindari kesalahpahaman dalam pemahaman Islam.
Jadi, mengidentifikasi surah Makiyah dan Madaniyah membantu para tafsir dan ulama untuk memahami lebih baik pesan dan konteks Al-Quran.
Artikel ini adalah artikel terjemahan dari artikel yang tercantum di https://almerja.com/reading.php?idm=204530






