SHIAHINDONESIA.COM – Ayatullah Muhammad Taqi Bahjat, seorang arif besar dan marja’ taklid terkemuka dalam dunia Islam, selalu menekankan pentingnya bulan suci Ramadan sebagai kesempatan istimewa bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam berbagai kesempatan, beliau memberikan nasihat dan panduan bagi mereka yang ingin meraih manfaat spiritual maksimal dari bulan penuh berkah ini.
- Bulan Ramadan: Waktu untuk Tadabbur Al-Qur’an
Ayatullah Bahjat sangat menekankan pentingnya membaca dan merenungkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, terutama di waktu sahur dan antara fajar hingga terbit matahari. Menurut beliau, Ramadan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan Al-Qur’an, di mana setiap Muslim harus meningkatkan interaksi mereka dengan kitab suci.
- Malam Ramadan: Saat untuk Bermunajat
Beliau sangat menganjurkan untuk menghidupkan malam-malam Ramadan dengan doa, ibadah, dan munajat. Secara khusus, pada malam-malam Lailatul Qadar, beliau menyarankan agar umat Islam tidak melewatkan kesempatan untuk beribadah, berdoa, dan membaca doa-doa khusus, termasuk “mengangkat Al-Qur’an di atas kepala” sebagai tanda ketundukan dan permohonan kepada Allah.
- Keutamaan Membaca Hadis Kisa’
Salah satu kebiasaan Ayatullah Bahjat adalah membaca Hadis Kisa’ setiap malam sebelum tidur. Beliau juga selalu tidur dalam keadaan suci, yaitu dengan berwudhu atau bertayamum. Beliau percaya bahwa amalan ini membawa ketenangan hati serta mendekatkan seseorang kepada Ahlulbait Nabi (SAW).
- Menyambut Idul Fitri dengan Amal Kebaikan
Dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri, Ayatullah Bahjat sangat berhati-hati. Beliau menyarankan umat Islam untuk membaca surah Al-Ikhlas sebanyak seribu kali pada malam Idul Fitri, atau setidaknya seratus kali, sebagai bentuk ibadah dan penyucian diri setelah sebulan berpuasa.
- Pentingnya Berziarah ke Makam Orang Saleh
Ayatullah Bahjat sangat menekankan pentingnya ziarah ke makam para wali Allah, terutama selama bulan Ramadan. Beliau sendiri memiliki kebiasaan berziarah setiap hari dan meyakini bahwa dengan mendatangi makam orang-orang saleh, seseorang akan mendapatkan keberkahan dan ketenangan hati.
- Keutamaan Bangun di Waktu Sahur
Sahur bukan hanya waktu untuk makan sebelum berpuasa, tetapi juga momen istimewa untuk beribadah dan beristighfar. Ayatullah Bahjat selalu mengawali harinya dengan beribadah di waktu sahur, membaca Al-Qur’an, dan bermunajat kepada Allah.
- Persiapan Menyambut Ramadan dengan Ilmu dan Amal
Beliau menyarankan agar umat Islam mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan Ramadan dengan membaca riwayat-riwayat tentang keutamaan bulan ini dan melaksanakan berbagai amalan sunnah, seperti mandi sunnah, ziarah Imam Husain (AS) di malam pertama, pertengahan, dan akhir bulan, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Kesimpulan
Bagi Ayatullah Bahjat, Ramadan bukan sekadar bulan puasa, melainkan kesempatan emas untuk menyucikan diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan memperbanyak amal kebaikan. Dengan mengikuti nasihat dan bimbingan beliau, umat Islam dapat lebih optimal dalam menjalani ibadah Ramadan serta meraih keberkahan dan kedekatan dengan Allah.
Semoga kita semua dapat mengamalkan petunjuk beliau dan menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh berkah serta perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik.





