SHIAHINDONESIA.COM – Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, adalah salah satu ulama Syiah yang paling vokal dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Pandangannya mengenai Palestina tidak hanya didasarkan pada pertimbangan politik, tetapi juga pada prinsip-prinsip agama dan moral yang mendalam. Bagi Imam Khomeini, membela Palestina adalah kewajiban setiap Muslim yang beriman dan peduli terhadap keadilan.
Imam Khomeini pernah mengatakan, “Hari Quds bukan hanya untuk Palestina. Ini adalah hari bagi semua umat Islam dan orang-orang yang tertindas di dunia. Ini adalah hari untuk melawan tirani.” Pernyataan ini mengandung makna yang sangat mendalam dan mengajak kita untuk melihat perjuangan Palestina dari perspektif yang lebih luas.
Pertama, Imam Khomeini menekankan bahwa Hari Quds, yang diperingati setiap tahun pada hari Jumat terakhir bulan Ramadan, bukanlah hanya tentang pembebasan Palestina. Ini adalah hari simbolis yang mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas dengan semua orang yang tertindas di seluruh dunia. Dengan memperingati Hari Quds, kita menunjukkan komitmen kita untuk menentang segala bentuk penindasan dan ketidakadilan, di mana pun itu terjadi.
Kedua, Imam Khomeini mengajak kita untuk melawan tirani. Dalam konteks ini, tirani tidak hanya merujuk pada kekuasaan yang menindas rakyat Palestina, tetapi juga pada semua bentuk ketidakadilan dan penindasan yang dialami oleh umat manusia. Dengan demikian, membela Palestina menjadi simbol perlawanan terhadap semua bentuk penindasan, mengingatkan kita akan tanggung jawab moral dan agama kita untuk berdiri di sisi yang benar.
Pesan Imam Khomeini juga menggarisbawahi pentingnya solidaritas umat Islam dalam menghadapi tantangan global. Dengan bersatu, umat Islam dapat menjadi kekuatan yang kuat dalam menentang ketidakadilan dan memperjuangkan hak-hak mereka. Solidaritas ini bukan hanya tentang dukungan politik, tetapi juga tentang dukungan moral, spiritual, dan material.
Dalam menghadapi situasi di Palestina, pandangan Imam Khomeini menginspirasi kita untuk tidak berdiam diri. Kita diajak untuk aktif berperan serta dalam memperjuangkan keadilan, baik melalui advokasi, bantuan kemanusiaan, atau suara kita dalam menyuarakan penderitaan mereka yang tertindas. Dengan mengikuti ajakan Imam Khomeini, kita menunjukkan bahwa kita peduli dan berkomitmen untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih adil dan damai bagi semua orang.
Dengan demikian, pandangan Imam Khomeini tentang Palestina adalah panggilan yang kuat untuk kita semua. Ini adalah panggilan untuk tidak hanya mendukung Palestina, tetapi juga untuk memperjuangkan keadilan dan menentang segala bentuk tirani di seluruh dunia. Semoga kita dapat menjawab panggilan ini dengan tindakan nyata dan solidaritas yang kuat, mengikuti jejak para pemimpin spiritual kita dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.





