SHIAHINDONESIA.COM – Dalam tradisi Islam, munculnya Al-Qa’im (Imam Mahdi) merupakan peristiwa yang penuh dengan misteri dan harapan. Beberapa riwayat menggambarkan momen ketika Al-Qa’im akan muncul, dan hari yang sangat ditunggu-tunggu itu telah dijanjikan membawa berkah bagi umat manusia.
Menurut riwayat dari Imam Ja’far al-Sadiq as., Al-Qa’im tidak akan muncul kecuali pada tahun-tahun yang berakhir dengan satu, tiga, lima, tujuh, atau sembilan. Ini merupakan tanda-tanda yang memberikan gambaran tentang saat kemunculan yang misterius.
Dikatakan (dalam sebuah riwayat) bahwa Al-Qa’im akan diumumkan di malam dua puluh tiga (23) dan akan muncul di hari Asyura. Ini adalah hari di mana Imam Husain (a.s.) syahid. Seolah-olah kita dapat membayangkan momen tersebut, dengan Al-Qa’im berdiri di antara Rukn dan Maqam, disertai panggilan Jibril dari sebelah kanan, yang berseru, “Bai’ah (Ikrar setia) untuk Allah!”.
Dalam keterangan lain, Al-Qa’im akan memimpin umat manusia menuju keadilan sebagaimana mereka sebelumnya dianiaya dan dikuasai oleh ketidakadilan. Gambaran ini mengisyaratkan kepada kita tentang penuhnya keadilan yang akan ditegakkan oleh Al-Qa’im dan bagaimana langit dan bumi akan diperlakukan oleh Allah.
Momentum ini akan dipenuhi dengan panggilan setia dan kesetiaan kepada Al-Qa’im, dan pengikutnya akan menyebar dari seluruh penjuru bumi. Mereka akan datang untuk memberikan ikrar setia kepada Al-Qa’im, dan di sinilah langit dan bumi akan diisi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya penuh dengan ketidakadilan dan zalim.
Dalam kaitannya dengan Asyura, hari di mana Imam Husain As meninggalkan dunia ini, munculnya Al-Qa’im menjadi tanda keadilan yang akan menggantikan penderitaan dan kezaliman yang dialami oleh Ahlulbait. Panggilan Jibril seakan membawa pesan bahwa ikrar setia harus diberikan untuk mengakhiri ketidakadilan, dan Al-Qa’im akan menjadi pemimpin yang akan mengembalikan keadilan di bumi ini.
Misteri dan kepastian mengenai kedatangan Al-Qa’im mengajak kita untuk merenungkan peran kita dalam menyongsong saat-saat ini. Saat kita menantikan kemunculan yang dijanjikan, mari bersiap-siap untuk memberikan ikrar setia kita kepada Al-Qa’im, sosok yang membawa berkah, keadilan, dan kemuliaan bagi seluruh umat manusia.
*Artikel ini diolah dari artikel asli yang berbahasa Arab, yang bisa dilihat di sini





