Apa Itu Malam ‘Lailatul Qadar’ dan Apa Keutamaannya?

SHIAHINDONESIA.COM – Lailatul Qadar adalah malam terbaik sepanjang tahun, di mana Allah mengkategorikan malam itu sebagai malam yang penuh dengan keberkahan. Lebih dari itu, Ramadan adalah bulan yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan.

Di sisi lain, di dalam penggalan ayat pertama dari surah Al-Qadar dikatakan, bahwa Lailatul Qadar termasuk malam di bulan Ramadan. Para malaikat mengutarakan ketetapan (bagi manusia) yang akan terjadi selama setahun, dengan mengakatan, “Lailatul Qadar ada di setiap tahun (di bulan Ramadan). nasib dan ketetapan yang terjadi pada manusia akan ditentukan.”

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan rahasia dan misteri. Pena tak mampu menuliskannya, mulut-mulut pun juga tak mampu mengungkapkannya, akal pun juga dibuat ragu. Sebuah malam, yang menurut Imam Ja’far Shadiq disebut sebagai ‘jantungnya’ Ramadan.”

Sebaik-baik malam di sepanjang tahun adalah malam Lailatul Qadar, di mana Allah memasukkan malam itu ke dalam kategori malam yang penuh keberkahan. Ia disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Adakah sebuah malam yang keberkahannya melebihi malam Lailatul Qadar?

Apa Makna Lailatul Qadar?

Kenapa dinamakan Lailatul Qadar? Rahasia apa yang ada di dalamnya? Dan fenomena apakah yang akan terjadi di dalamnya?
Para mufasir, dengan berbekal dalil Al-Qur’an dan hadis dari Imam Maksum, mereka menjelaskan arti dari malam Lailatul Qadar ini. Arti dari malam tersebut adalah malam yang agung dan disertai dengan keagungan. Karenanya, kata ‘Qadar’ di dalam Al-Quran memiliki makna kedudukan (maqam) dan keagungan Allah.

Seluruh nasib yang akan terjadi pada manusia di sepanjang tahun, akan dikukuhkan di malam itu. Sebagaimana Imam Ali Ar-Ridho berkata, “Allah akan menetapkan nasib manusia dalam satu tahun ke depan di malam itu (Lailatul Qadar), dari perihal kehidupan hingga kematian, dari kebaikan hingga keburukan serta perihal rezeki. Maka, apa yang ditetapkan oleh Allah di malam itu, akan terjadi secara pasti.”

Yang jelas, hal ini tidak bertentangan dengan konsep kebebasan dan ikhtiar manusia. Karenanya, ketetapan Allah dalam perihal ini disesuaikan dengan kelayakan setiap individu yang diukur dari sisi keimanan, ketakwaan, niat yang bersih dan perbuatan-perbuatan mereka.

Tak diragukan lagi, bahwa konsep janji yang diberikan Allah, memberikan kabar yang berupa peringatan dan kebahagiaan, pahala dan hukuman, yang dijelaskan di dalam Al-Quran, jika semua itu tidak dibarengi dengan ikhtiar dan kemauan manusia itu sendiri, maka semua itu akan menjadi sia-sia. Manusia yang hadir di majelis yang menghidupkan malam Lailatul Qadar, semua itu adalah manifestasi dari ikhtiar dan kemauan manusia itu sendiri.

Kesalahan terbesar terkait dengan ketetapan Allah ini di sepanjang tahun, adalah bahwa mereka berpikiran bahwa secara mutlak setiap pekerjaan manusia dikerjakan di atas kemauan manusia, tanpa ada campur tangan Allah. Jika memang begitu, maka pahala dan siksa neraka untuk manusia tidak lagi ada artinya.

Sebagian yang lain juga berpendapat, bahwa setiap manusia dipaksa melakukan segala perbuatan, di mana ia tidak memiliki kemauan dan ikhtiar sedikit pun. Mereka berpikir, semua perbuatan manusia ditentukan oleh Qada’ dan Qadar.

Sementara itu, di antara dua sudut pandang ini, ada satu konsep, yang kita sebut konsep tengah. Konsep tengah ini tidak ada di pihak dua sudut pandang yang telah kami jelaskan di atas. Sebagian perbuatan yang kita lakukan berdasarkan keinginan dan ikhtiar kita, seperti makan, minum, berjalan dan sebagian perbuatan yang lain di luar ikhtiar dan keinginan kita, seperti proses lahirnya kita ke dunia, dan meninggal dunia.

Di malam Lailatul Qadar, banyak malaikat turun ke bumi, di mana bumi bagi mereka adalah tempat yang sempit. Karenanya, malam itu dinamakan Lailatul Qadar. Salah satu arti dari ‘Qadar’ adalah sempit. Dan di malam itu, dengan segenap keagungan dan kedudukannya, Al-Qur’an diturunkan. Melalui malaikat, Al-Qur’an itu diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *