Tugas ‘Penanti’ Imam Mahdi Afs (Bagian 7)

SHIAHINDONESIA.COMMempersiapkan Diri untuk Menyambut Kemunculan Al-Mahdi

Salah satu tugas lain para penanti Imam Mahd—yang dengan gamblang termaktub di riwayat—adalah dengan mempersiapkan diri menyambut kedatangannya, baik dari segi kemiliteran dan persenjataan yang sesuai dengan zaman guna membela Al-Mahdi. Sebagaimana yang disampaikan di dalam riwayat, yang dinukil oleh Nu’man dari Imam Ja’far Shadiq, yang berbunyi sebagai berikut.

“Setiap dari kalian harus mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Imam Mahdi. Meskipun hanya satu peluru, Allah Maha Tahu, orang yang memilki niat (untuk mempersiapk diri menyambut kedatangan Imam Zaman), maka Allah akan panjangkan umurnya, hingga imam dapat merasakannya, dan ia akan menetapkan orang itu sebagai pasukannya.”

Di dalam riwayat lain, Syekh Kulaini menukil dari dari Imam Musa Kadzim, yang berbunyi sebagai berikut.

“Seseorang yang memperhatikan kudanya untuk penantian imam zaman, dan kerena itu ia berhasil membuat musuh bersedih, di saat yang sama semua perbuatannya dinisbahkan kepada perkara-perkara kami, maka Allah akan melapangkan rezekinya juga melapangkan dadanya, ia akan dihantarkan pada cita-citanya. Ia akan dibantu untuk sampai pada tujuannya.

Dengan memperhatikan sejarah Syiah, kita dapat memahami secara mendalam keyakinan mereka terhadap topik penantian dan persiapan untuk menyambut kedatangan Imam Zaman. Ibnu Bathuthoh di di alam buku (Safar Nameh) menulis,

“Terdengar rintihan orang Syiah wilayah Helleh-Irak untuk Imam Mahdi di dekat pasar sentral dan masjid. Di mana, di depan masjid itu, tergantung dan menjuntai sehelai kain sutera besar yang bertuliskan ‘Masjid Sahib Az-Zaman’. Sore hari sebelum salat Ashar, datang kerumunan manusia yang  menunggangi kuda lengkap dengan pedangnya. Mereka berbondong-bondong menuju arah masjid itu sambil menabuh genderang dan menipukan terompet sambil memekikkan suara dengan lantang,

Dengan nama Allah, wahai Sahbuz-Zaman, keluarlah, bumi telah dipenuhi dengan kurusakan dan kezaliman ada di mana-mana. Kini saatnya engkau memisahkan kebatilan dengan kebenaran.”

Perlu kita catat, bahwa bentuk persiapan menyambut kedatangan Imam Mahdi bergantung dengan kondisi dan situasi zaman dan tempat. Jika di dalam riwayat dikatakan, bahwa bentuk persiapannya dengan dengan kuda dan pedang, semata-mata itu dikarenakan dilihat dari keutamaannya yang luar biasa tinggi yang disebutkan di dalam beberapa riwayat. Yang jelas, dalam konteks zaman sekarang, maka para pengikut mazhab Syiah haruslah mempersiapkan diri mereka dengan persenjataan militer yang sesuai dnegan zaman sekarang.

Di mana, hal ini telah diterapkan oleh Negara Republik Islam Iran selaku negara yang menerapkan sistem wilayatul faqih, yang dituntut untuk mempersiapkan persenjataan yang paling mutakhir, sehingga ketika Allah berkehendak atas kemunculan Imam Mahdi, mereka siap untuk membantunya dengan sebaik-baik pelayanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *