Tugas ‘Penanti’ Imam Mahdi Afs (Bagian 6)

SHIAHINDONESIA.COMMemperkuat Hubungan dengan Imam Zaman

Menjaga dan memperkuat hubungan hati dengan Imam Mahdi dan senantiasa memperbaharui baiat dengannya, merupakan salah satu tugas penting penanti Imam Mahdi. Setiap orang Syiah yang tengah menanti kedatangan Imam Mahdi di masa keghaiban, haruslah berupaya menjadi penanti yang sejati, bahwa dengan ketidaknampakkan Imam Mahdi di muka bumi ini, tidak lantas menjadikannya sebagai peribadi yang acuh dan tak perhatian atas tanggung jawab yang dipikulnya, dan seolah ia tak punya tanggung jawab di hadapan Sang Imam.

Topok ini selalu ditegaskan di dalam banyak riwayat, di antaranya akan kami sebutkan di sini.

Diriwayatkan dari Imam Muhammad Al-Baqir, bahwa ia berkata, “Bersabarlah di saat mengerjakan kewajiban-kewajiban. Dan bersikaplah dengan tegas di hadapan para musuh kalian, serta peruatlah hubungan kalian dengan imam zaman kalian.”

Kita melihat, di dalam riwayat yang beragam, para Imam Maksum kita selalu berpesan kepada kita untuk selalu berbaiat kepada Imam Zaman kita, dan dianjurkan bagi mereka untuk selalu memperbaharui baiat dengan imam di masanya, ketika di pagi hari dan setiap kali selesai salat. Salah satu doa yang mengajarkan kita untuk memperbaharui bait kita dengan Imam Mahdi adalah doa Ah’d (perjanjian), sebuah doa yang anjuran untuk membacanya ada halaman pertama dari kitab Misbah Az-Za’ir karya Sayyid bin Thawus, yang dinukil dari Imam Ja’far Shadiq.

Di dalam riwayat terkait doa Ah’d berbunyi sebagai berikut. “Seseiapa yang membaca doa ini (Ah’d) sebanyak empat puluh hari di pagi hari, maka ia akan menjadi pasukan Imam Mahdi. Jika ia meninggal dunia sebelum kemunculan Al-Mahdi, maka Allah akan mengeluarkan dirinya dari kubur guna menjadi pasukan Al-Mahdi (di saat kemunculannya)…”

Di dalam ruang yang terbatas ini, kami akan nukilkan penggalan dari doa Ah’d yang berbunyi sebagai berikut.

Ya Allah, Aku di pagi hari ini dan (untuk) seluruh fase hidupku, aku telah perbaharui berbaiat kepada Sang Imam, di mana aku tidak akan pernah berpaling dari baiatku terhadapnya, akau akan selalu teguh dengan baiatku kepadanya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai pasukan Al-Mahdi, dan pembelanya, dan orang yang selalu bersegera melaksanakan tugas darinya dan selalu taat atas aturan-aturannya, dan jadikan aku juga sebagai orang yang membelanya dan orang yang selelu bergegas atas kehendak-kehendaknya, dan tetapkan diriku sebagai orang yang syahid di hadapannya.

Dengan memperhatikan petikan doa di atas, dapat memberi gambaran yang jelas kepada kita tentang konsep pembaharuan baiat kita kepada Imam Zaman.

Yang menjadi pertanyaan, apakah ketika seseorang yang rajin memperbaharui baiatnya setiap hari dapat menyeret dirinya pada kehinaan, kezaliman dan ketidakadilan?

Apakah seseorang yang rajin memperbaharui baiat kepada imam zaman dapat menjerumuskannya ke lubang dosa dan perbuatan maksiat? Tentu saja, jawabannya adalah tidak. Tak diragukan lagi jika di tengah masyarakat terdapat kebiasaan seperti ini (memperbaharui baiat pada Imam Zaman), dan semuanya dilakukan demi keridhoan Imam Zaman, maka sama sekali tidak akan terjadi permasalahan di tengah kehidupan manusia, seperti keputusasaan. Poin ini sangat jelas, bahwa jika setiap orang penanti melakukan hal ini, maka ia rela berkorban di jalan Allah, sekalipun harus mengorbankan darah dan nyawa.

Jika para pegikut mazhab Syiah bisa saling simpati dan solid dalam hal baiat dan mau berkorban atas nama imam, dan percaya akan pertolongannya, maka penantian Al-Mahdi tak akan lama lagi, dan kita dapat merasakan kemunculannya yang kemudian akan menumpas segala bentuk kezaliman dan kehinaan di muka bumi.

Para pengikut mazhab Syiah yang tengah menanti kedatangan Imam Mahdi, selain dengan membaca doa Ah’d, mereka juga dapat membaca doa dan doa ziarah lainnya, yang akan menjadikan hubungan mereka akan terus terjalin dengan imam. Di antara doa yang dianjurkan untuk dobaca adalah seperti doa Nudbah, doa Faraj’, doa ziarah Aali Yasin dan doa ziarah imam zaman.

Untuk memperkuat hubungan kita dengan Imam Mahdi, kita dianjurkan untuk selalu berkunjung ke masjid atau tempat yang dinisbahkan dengan dirinya, seperti masjid Jamkaran di kota Suci Qom-Iran, Masjid Sahlah di Najaf-Irak dan ruangan bawah tanah di makam Imam Hasan Askari di Samira-Irak

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *