SHIAHINDONESIA.COM – Dalam keindahan spiritual Islam, praktik bersholawat pada Nabi Muhammad SAW memiliki kedalaman makna yang tak terhingga. Bersholawat bukan sekadar ungkapan rasa cinta dan penghormatan kepada Rasulullah, tetapi juga sebuah pintu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam al-Qur’an, Allah sendiri memberikan contoh yang mulia dengan bersholawat pada Nabi-Nya.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الاحزاب – 56
Ketika Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi, hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Q.S. Al-Ahzab 33:56), kita disadarkan bahwa keberkahan dan kemuliaan yang terkandung dalam bersholawat bukan hanya dihargai oleh umat manusia, tetapi juga oleh seluruh makhluk langit, termasuk malaikat. Dengan merenungkan ayat ini, kita diundang untuk mengeksplorasi keagungan dan kehangatan dalam bersholawat, serta betapa Allah sendiri memberikan tuntunan untuk melakukan amalan yang penuh makna ini.
Tatkala Allah Swt mengeluarkan atau menerbitkan surah Al-Ahzab dengan menyisipkan nama Nabi Muhammad Saww, dan tidak sungkan memuji keagungan kekasih-Nya tersebut, Allah Swt tidak segan-segan melengkapi semua itu dengan keagungan yang tidak memiliki lawan. Karenanya Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersholawat pada Nabi.”
Artinya, Sang Maha Kholiq ikut bersholawat pada Nabi Muhammad Saww, dan memujinya dengan pujian yang paling indah, dan memuliakannya dengan sebaik-baiknya kemuliaan, serta mengajak para malaikat untuk bersholawat pula pada Nabi Muhammad Saww dengan sebaik-baiknya sanjungan, dan mendoakannya dengan sebaik-baiknya doa.
“Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian padanya dan berilah salam padanya dengan penuh penghormatan”
Untuk penggalan ayat ini, Abu Hamzah Ats-Tsamali berkata bahwa pernah berkata padaku, Ash-Shuda, Hamid bin Said Al-Anshori, Barid bin Abi Ziyad dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Ka’ab bin Ajzah berkata, “Ketika ayat ini turun, kita berbicara pada Rosulullah, “Assalamualaikum, wahai Rosulullah, kami telah mengetahui perihal perintah sholawat kepadamu, namun, bagaimana cara bersholawat kepadamu?”
Rosulullah pun menjawab, “Katakanlah: “Ya Allah, limpahkanlah salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan limpahkanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
قال رسول الله: قولوا: “(اللهم صل على محمد و ال محمد كما صليت عليى ابراهيم و ال ابراهيم انكا حميد مجيد و بارك على محمد و ال محمد كما باركت على ابراهيم و ال ابراهيم انك حميد مجيد)
Dikatakan dari Abdillah bin Mas’ud bahwa ia berkata, “Jika kalian bersholawat pada Nabi Muhammad Saww, maka bersholawatlah kalian dengan sebaik-baiknya sholawat, karena sesungguhnya kalian tidak mengetahui bahwa bisa saja sholawat tersebut ……….”, mereka pun berkata, “Maka ajari kami!”
Ia berkata, “Katakanlah, “Ya Allah, jadikanlah salam, rahmat, dan berkah-Mu dilimpahkan kepada pemimpin rasul, imam bagi orang-orang yang bertakwa, dan penutup para nabi, yaitu Muhammad hamba-Mu dan rasul-Mu. Dia adalah pemimpin agama, pelindung kebaikan, dan rasul rahmat. Ya Allah, tempatkanlah dia pada kedudukan terpuji yang akan membanggakan dia di kalangan orang-orang yang mendahului dan yang datang kemudian. Ya Allah, limpahkan salam kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi salam kepada Ibrahim dan keluarganya. Sungguh, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.'”
Abu Basyir meriwayatkan, ‘Aku bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Jafar Shadiq), “Bagaimana Allah bershalawat atas Rasul-Nya?”
Abu Abdillah menjawab, “Wahai Abu Muhammad, Allah memberikan pujian yang paling luhur kepadanya di langit yang tinggi.”
Aku berkata, “Aku sudah mengetahui doa-doa kami untuknya, tetapi bagaimana kita memberikan salam kepadanya?”
Abu Abdillah menjawab, “Itu bisa dilakukan dengan memberikan salam kepadanya dalam segala urusan.”
Dengan demikian, makna dari firman Allah, “Dan berikanlah salam dengan sepenuh penghormatan” adalah tunduk kepada perintah-perintah-Nya dan berupaya sungguh-sungguh dalam ketaatan kepada-Nya. Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah memberikan salam kepada-Nya dengan doa, yaitu mengucapkan salam sejahtera atasmu, wahai Rasulullah.'”
Anas bin Malik meriwayatkan, dari Abu Thalhah, dia mengatakan, “Suatu hari aku masuk menemui Nabi Saww, dan aku belum pernah melihatnya begitu bahagia seperti hari itu dan belum pernah merasakan kelezatan hidup seperti hari itu. Aku pun bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu begitu bahagia dan merasakan kelezatan hidup seperti hari ini.”
Rasullah menjawab, “Bagaimana bisa aku tidak bahagia, sementara tadi Jibril A.S datang padaku dan berkata bahwa Allah Ta’ala berfirman, “Siapa pun yang memberikan salam dan bershalawat kepadamu, maka Aku akan memberikan sepuluh kali lipat salam dan bershalawat kepadanya, dan Aku akan menghapus sepuluh dosanya, serta Aku akan mencatat sepuluh kebaikan untuknya.'”
Sumber:
مجمع البيان ، الطبرسي ، ج8 ، ص179-181
ما بين المعقفتين غير موجود في المخطوطتين
Artikel ini adalah artikel terjemahan dari artikel yang tercantum di https://almerja.com/more.php?idm=131059
