SHIAHINDONESIA.COM – Surah Al-Baqarah adalah surah kedua dalam Al-Quran, dan juga merupakan surah terpanjang dalam kitab suci Islam. Surah ini memiliki 286 ayat yang mencakup beragam topik dan ajaran yang sangat penting bagi umat Islam.

Nama “Al-Baqarah” sendiri berarti “sapi betina” dalam bahasa Arab, mengacu pada kisah sapi betina yang disebutkan dalam surah ini. Namun, jauh di balik namanya, Surah Al-Baqarah memiliki keutamaan yang luar biasa dalam agama Islam.

Surah al-Baqarah menurut kesepakatan ahli tafsir adalah surah madani, dan hal itu telah ditegaskan oleh sejumlah riwayat. Surah ini, berdasarkan urutan susunan dalam al-Quran adalah urutan kedua, adapun urutan dari sisi turunnya surah ini, merupakan urutan yang ke-85, 86 atau urutan yang ke-87 dalam deretan surah al-Quran.

Di mana sebelum surah-surah tersebut turun, didahului dengan surah al-Muthafifin dan surah al-Anfal atau surah Ali Imran. Surah al-Baqarah merupakan surah madani pertama yang turun secara bertahap selepas nabi hijrah. Sebagian surah muthafifin juga disebut sebagai surah madani pertama.

Waktu turunnya surah ini tidak diketahui secara jelas, dan sebagian berpendapat, bahwa surah ini turun enam bulan setelah Nabi Saw., hijrah. Terkait akhir dari turunnya surah ini, sebagian mereka juga berpendapat, bahwa turunnya sebagian dari surah ini di bulan Ramadan, tahun kedua hijriah bersamaan dengan perang Badar.

 Setelah itu, barulah turun surah al-Anfal. Berdasarkan pendapat ini, rentang waktu yang pasti tentang turunnya surah ini adalah, baik itu 18 bulan setelah Nabi Saw., hijrah (dari bulan Rabiul Awal tahun pertama Hijriah hingga bulan Ramadan tahun kedua Hijriah) atau 12 bulan (terhitung dari bulan Ramadan tahun pertama Hijriah hingga Bulan Ramadan tahun kedua Hijriah).

Sebagian kecil dari deretan ayat surah al-Baqarah turun setelah tanggal yang disebutkan di atas. Dimulai dari ayat ke-196 hingga ayat ke-203 yang turun di haji terakhir nabi, lalu ayat tersebut men-syariat-kan haji tamatu’. Adapun ayat 275 hingga 280 menekankan akan haramnya riba’, kemudian turunlah surah Ali Imran, sampai sebagian ayat dari surah ini (Ali Imran) merupakan bagian akhir ayat yang telah turun.

Merenungkan tentang kandungan surah al-Baqarah serta tentang turunnya surah tersebut akan menetapkan waktu yang pasti tentang turunnya surah tersebut. Oleh karenanya, kejadian-kejadian, seperti perubahan arah kiblat di dalam surah tersebut kembali pada tahun pertama dan kedua hijriah.

Jumlah Ayat dalam Surah al-Baqarah

Surah al-Baqarah merupakan surah terpanjang di dalam al-Quran. Ia memiliki 6143 kata. Berdasarkan Pembaca Kufah (Qari’u Kuffi), terdapat 286 ayat di dalam surah ini.

Angka tersebut adalah yang paling sesuai dengan al-Quran pada umumnya yang ada saat ini. Adapun berdasarkan orang-orang Basrah, Hijaz, dan Syam kala itu, surah al-Baqarah memiliki 287, 285, 284 ayat. Yang jelas, sumber dari perbedaan ini adalah soal angka saja.

Nama-nama Surah al-Baqarah

Nama yang paling terkenal dari surah ini adalah ‘al-baqarah’, yang artinya adalah sapi betina. Nama ini diambil dari ayat 67-73 yang menjelaskan tentang sapi Bani Israil. Nama lain dari surah ini adalah ‘Dzarwatul Quran’ ‘Sanamul Quran’ yang artinya adalah yang paling tinggi dan mencolok di dalam bagian al-Quran. Nama tersebut berdasarkan hadis dari Nabi Saw., yang berbunyi sebagai berikut,

إِن لکل شیء سناماً و سنام القرآن سورة البقره

“Sungguh segala sesuatu memiliki pondasi, dan pondasi al-Quran adalah surah al-Baqarah.”

Nama lain dari surah ini adalah Fhastatul Quran. Fhastatun yang artinya adalahtenda, lantaran surah tersebut mencakup hukum dan contoh-contoh lainnya yang ada di dalamnya. Nama lain dari surah ini adalah ‘Sayyidul Quran’ ‘Al-Qursyi’ ‘Zahra’

Nuansa Turunnya Surah al-Baqarah

Dengan memperhatikan surah ini sebagai surah madaniyah, dan waktu turunnya surah tersebut di kota Madinah, di mana bertepatan dengan pembentukan pemerintah Islam dan kondisi masyarakat yang (baru) menerima Islam, maka surah ini memiliki kandungan tersendiri.

Salah seorang peneliti al-Quran kontemporer menanggapi tentang kondisi turunnya ayat ini, dengan mengatakan demikian, “Isi kandungan surah al-Baqarah pada tingkatan pertama, memiliki corak sosial masyarakat dan budaya Madinah setelah hijrah nabi. Di masa ini, para penduduk Madinah terbentuk menjadi empat kelompok.

Kaum Muslim yang hijrah (kaum Muhajir), yang meninggalkan rumah mereka di kota Makkah, mereka hidup dengan kefakiran di Madinah. Kaum Muslim Anshar yang terpecah manjadi dua kelompok, Aus dan Khazraj dengan masa lalu yang dipenuhi dengan permusuhan, mereka akhirnya bersatu dan bersaudara dalam balutan Islam.

Kaum Yahudi dengan segenap kekayaan dan fasilitas yang mereka miliki, dengan hadirnya Islam, mereka kehilangan itu semua. Kaum munafik yang memlikiki permusuhan dengan Islam, namun kekuatan kaum Muslim di Madinah menjadi penghalang bagi mereka untuk menampakkan kemusyrikannya, dan untuk menjaga aset yang mereka miliki, mereka menampakkan diri sebagai pribadi yang beriman.

Masing-masing dari kelompok ini dan kegiatan yang mereka lakukan adalah sebab turunnya deretan ayat dari surah ini. Sebagai contoh, kondisi khusus penduduk Madinah, di mana turunnya ayat dari surah ini menceritakan tentang sifat mereka, seperti yang tertulis di dalam ayat 3 sampai 20, yang menjelaskan tentang sifat orang-orang bertakwa, kafir dan munafik.

Namun dikarenakan sifat munafik tidak begitu kentara di tengah orang-orang munafik, maka hanya disebutkan di dalam beberapa ayat dengan ungkapan “..sekelompk orang dari kaum munafik”. Begitu juga dengan kelompok Yahudi, dikarenakan dikenal sebagai kelompok yang menentang Islam dan sistem Islam, maka lebih dari 31 ayat tentang mereka telah termaktub di dalam surah al-Baqarah (40-152). Di dalam surah ini juga turun deretan ayat hukum syariat, lantaran banyaknya orang yang menerima Islam.

Oleh karenanya, perihal ibadah, keluarga, ekonomi, sosial dan pemberian hukuman ada di dalam surah ini. (dari ayat ke-168-284)

Surah Al-Baqarah menekankan akan urgensi dan peran iman di dalam kebahagiaan pribadi dan sosial manusia, di mana jalan satu-satunya kebahagiaan manusia adalah beriman kepada Allah Swt., dan teguh terhadap ajaran-ajaran para nabi. Surah ini terbagi menjadi tiga bagian.

Pada bagian pertama menjelaskan tentang urgensi dan kedudukan iman dan penghambaan seseorang kepada Allah dan tentang kehidupan manusia. Bagian kedua fokus pada masa lalu Bani Israil  dan reaksi orang yang menentang kelompok tersebut kepada Allah dan para Nabi, dan menjelaskan tentang usaha-usaha mereka untuk mengalahkan para nabi.

Bagian ketiga dari surah ini adalah menjelaskan tentang pengenalan agama Islam, dan juga tentang hukum-hukum Syar’i disertai dengan pengetahuan akidah dan akhlak Islam.

Keutamaan Surah al-Baqarah

Surah al-Baqarah—dengan sifat-sifat terpujinya yang disinggung  oleh Rasulullah Saw., dan Ahlulbaitnya di dalam sebuah riwayat—menjelaskan betapa tingginya kedudukan surah ini. Sebagaimana Rasulullah Saw., bersabda, “Aku telah diberi tujuh surah yang panjang, di mana tujuh surah itu yang menggantikan posisi Taurat, begitu pula dengan Mi’ain menggantikan Injil, dan Matsani menggantikan Zabur.”

Terkait keutamaan surah ini, Imam Ja’far Shadiq berkata, “Surah al-Baqarah dan surah Ali Imran pada hari kiamat layaknya dua potong awan yang akan memberikan tempat berteduh bagi pembacanya.”

Rasulullah Saw., berkata, “Sesiapa yang membaca surah al-Baqarah pada siang hari di dalam rumahnya, maka akan terjaga dari kesengsaraan. Begitu pula, jika ia membaca surah tersebut pada malam hari di dalam rumahnya, maka rumah tersebut akan terjaga dari gangguan setan selama tiga hari, dan rumah tersebut tidak lagi didatangi setan.”

Di dalam banyak riwayat dikatakan tentang keutamaan surah ini dan ayat kursi, yang memiliki keutamaan pengobatan raga manusia, menjauhkan dari kefakiran dan dapat memenuhi kebutuhan manusia di dunia.

*Artikel ini telah diolah dan diterjemahkan dari artikel berbahasa Persia dengan judul asli ‘Sureh-e Baqareh’. Untuk melihat artikel aslinya, silakan kilk di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
Exit mobile version