Mengenal Surah al-Fathihah

SHIAHINDONESIA.COM  – Surah Al-fatihah merupakan surah pertama yang ada di dalam Al-Quran. Surah ini juga dikenal dengan sebutan Ummul Kitab. Surah ini masuk dalam deretan surah Makiyah. Selain itu, surah ini merupakan salah satu di antara surah-surah pendek di dalam al-Quran.

Meski demikian, ia disebut di dalam riwayat memiliki makna yang agung dan merupakan dasar dari Al-Qur’an. Surah ini selalu dibaca di dalam salat wajib harian dan salat Sunnah, di mana kandungan dari surah ini adalah ketauhidan (keesaan Allah Swt) dan pujian terhadap Allah-Nya.

Asal usul penamaan surah ini tak lain karena merupakan surah pertama di dalam Al-Quran, atau bisa dibilang sebagai pembuka di dalam Al-Quran. Al-fatihah merupakan surah yang pertama kali turun secara sempurna kepada Nabi Muhammad Saw.[1] Dikarenakan keutamaan dan nilai yang terkandung di dalamnya, membuat surah  ini disebut dengan beragama nama.

Di antara nama yang paling terkenal adalah Hamd (terpuji), Ummul Qur’an, Sab’ Al-Masani, Kanz, Asas, Munajaat, Syifa’ dan sebagainya. Jalaluddin Syuyuti di dalam al-Itqan Fi Ulumul Quran menyebutkan ada 25 nama untuk surah ini.[2] Sebagian nama tersebut telah disebutkan di atas.

Surah Al-fatihah turun sebanyak dua kali. Pertama kali ketika di awal-awal bi’tsah (pengutusan) Nabi di Makkah dan kali keduanya setelah adanya perubahan arah kiblat yang turun di Madinah. Yang jelas, surah Al-fatihah adalah surah yang pertama kali turun di Makkah, lalu surah tersebut masuk dalam kategori sebagai surah Makiyah.

Berdasarkan susuan surah Al-Qur’an, Surah Al-fatihah merupakan surah pertama di dalam lembaran Al-Qur’an. Di dalam beberapa riwayat, kalau dirunut berdasarkan urutan turunnya, Al-fatihah merupakan surat kelima yang turun dan surah yang pertama kali turun dalam keadaan sempurna (sempurna ayatnya)[3]

Surah Al-fatihah ada tujuh ayat, 29 kata, dan terdapat 143 huruf. Surah ini, berdasarkan lafaz dan ukuran termasuk surah yang pendek. Menurut beberapa riwayat, dalam pendeknya surah, tersimpan makna dan kandungan yang agung. Ia sebagai ibu daripada surah dan dasarnya.

Surah Al-fatihah memiliki peran penting dalam kehidupan beragama dan berbudaya umat Islam. Surah ini, menurut fikih Syi’ah, dibaca sebanyak 10 kali di dalam salat wajib mereka. Dan di dalam Mazhab Ahlu Sunnah, dibaca sebanyak 17 kali.

Dalam kacamata Imam Ridho, surah ini dibaca dalam satu tempat di awal salat, lantaran adanya kebaikan dan hikmah dunia serta akhirat.

Banyak riwayat yang membicarakan seputar keutamaan surah ini. Berdasarkan riwayat dari malaikat Jibril, bahwa turunnya surah ini ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw., dan hal itu akan menyebabkan terhapusnya azab bagi umat Islam.[4]

Dan di dalam beberapa riwayat lain, surah ini dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit.[5] Diriwayatkan dari Imam Ja’far Shadiq, bahwa jika surah Al-fatihah dibacakan kepada orang yang meninggal dunia sebanyak 70 kali, maka jangan heran jika mayat tersebut hidup kembali.[6]

Imam Ali menukil dari Nabi Saw., Bahwa surah Al-fatihah menyimpan harta Karun dari arsy-nya Allah, dan Allah menginstimewakan itu kepada nabinya, serta Allah hanya memberikan itu kepada Nabi Sulaiman yang hanya berupa kalimat Bismillah, serta kepada etiap orang yang mengikuti Nabi Muhammad dan Ahlulbatnya…[7]

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw., Bahwa pahala dari membaca surah Al-fatihah sama dengan pahala membaca sepertiga Al-Qur’an dan sedekah kepada seluruh orang-orang Mukmin.[8]

Imam Ja’far Shodiq terkait dengan membaca surah Al-fatihah berkata, barang siapa membaca surah Al-fatihah, maka Allah bukakan jalan baginya menuju kebaikan dunia dan akhirat. Ia juga berkata, bahwa nama agung Allah telah dibagi-bagi di dalam surah ini.

Syekh Mufid di dalam kitab kumpulan hadis telah menukil, di mana Nabi Muhammad Saw., menjawab sebuah pertanyaan dari salah seorang yang bertanya kepadanya tentang pahala dari membaca Al-Qur’an. Dalam jawabannya, nabi bilang kalau pahala dari membaca surah Al-fatihah sama dengan membaca seluruh isi Al-Qur’an. [9]

Demikian pengenalan secara ringkas tentang surah al-Fathihah. Semoga bermanfaat.


[1] At-Tamhid, Hadi Ma’rifat, jil. 1, hal. 127

[2] Al-Itqan fi Ulumil Quran, Jalaludin Syuyuti, jil. 1, hal. 191

[3] Khuramsyahi, surah al-fatihah, hal. 1236

[4] Tafsir Kabir, Fakhrurazi, jil. 1, hal. 158

[5] Al-Burhan, Bahrani, jil. 1, hal 97

[6] Al-Kafi, Kulaini, jil. 2, hal. 623, hadis 16

[7] Amali, Syekh Shaduq, hal. 176

[8] Majma’ul Bayan Fi Tafsiril Quran, jil. 1, hal. 88

[9] Al-Ikhtishas, Syekh Mufid, hal. 39

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
Exit mobile version