Judul Buku: Yang Hilang dari Kita: Akhlak
Penulis: M. Quraish Shihab
Penerbit: Lentera Hati
Tahun Terbit: 2021
Tebal: 398 halaman
1. Pengantar
Buku Yang Hilang dari Kita: Akhlak merupakan salah satu karya berharga dari cendekiawan terkemuka Indonesia, M. Quraish Shihab, yang telah banyak menulis tentang tafsir Al-Qur’an dan ajaran Islam dalam konteks modern. Dalam karya ini, Quraish Shihab mengangkat persoalan yang dianggap mendasar namun sering diabaikan, yakni akhlak.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perubahan budaya, dan meningkatnya kompleksitas kehidupan sosial, nilai-nilai moral dan etika yang seharusnya menjadi pondasi hidup manusia tampak semakin terpinggirkan. Buku ini hadir untuk mengingatkan kembali pentingnya akhlak dalam kehidupan manusia, baik di level individu, keluarga, maupun masyarakat.
2. Sinopsis
Buku ini mengupas tentang pentingnya akhlak dalam Islam dan kehidupan sosial. Quraish Shihab berpendapat bahwa salah satu penyebab utama dari berbagai masalah yang dihadapi manusia saat ini, baik secara individu maupun kolektif, adalah hilangnya atau memudarnya nilai-nilai akhlak dalam praktik kehidupan sehari-hari. Buku ini mengajak pembaca untuk merenungi dan mempraktikkan akhlak yang baik sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, dengan cara yang relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Quraish Shihab menekankan bahwa akhlak tidak sekadar tentang hubungan individu dengan Tuhannya, tetapi juga sangat berkaitan dengan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, masyarakat, lingkungan, dan bahkan dirinya sendiri. Dalam Islam, akhlak dianggap sebagai inti dari ajaran agama. Akhlak yang baik mencerminkan kualitas iman seseorang. Ketika akhlak memudar, maka akan muncul ketimpangan sosial, korupsi, ketidakadilan, dan berbagai bentuk kemunduran moral yang kita saksikan dalam masyarakat saat ini.
3. Gaya dan Pendekatan Penulisan
Seperti kebanyakan karya Quraish Shihab, buku ini ditulis dengan bahasa yang relatif mudah dipahami, meskipun kontennya kaya dengan referensi Al-Qur’an, Hadis, dan pandangan ulama klasik maupun kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah tafsir akhlak dengan interpretasi kontekstual, di mana penulis mengaitkan prinsip-prinsip moral yang diajarkan Islam dengan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam kehidupan modern.
Quraish Shihab juga cenderung menggunakan metode naratif yang diisi dengan berbagai kisah-kisah inspiratif, baik dari kehidupan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, maupun tokoh-tokoh berakhlak mulia lainnya dalam sejarah Islam. Setiap kisah yang diangkat di dalam buku ini bertujuan memberikan contoh konkret bagaimana akhlak yang baik dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Struktur Buku
Buku ini dibagi menjadi beberapa bab yang menyelami berbagai aspek akhlak, dari perspektif individu, sosial, hingga akhlak dalam kehidupan bernegara. Setiap bab diatur sedemikian rupa, dimulai dari konsep dasar akhlak dalam Islam, prinsip-prinsip yang mendasarinya, hingga bagaimana akhlak tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan modern.
Beberapa bab yang menarik dalam buku ini antara lain adalah:
- Bab tentang Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari: Dalam bab ini, Quraish Shihab menjelaskan bagaimana akhlak seharusnya menjadi pedoman dalam berbagai interaksi sosial, mulai dari interaksi dalam keluarga, dengan tetangga, hingga di ruang publik. Akhlak seperti kejujuran, kesederhanaan, rasa hormat, dan kesabaran, semuanya sangat diperlukan agar tercipta masyarakat yang harmonis.
- Bab tentang Akhlak Pemimpin dan Masyarakat: Dalam bagian ini, penulis mengulas pentingnya pemimpin yang berakhlak, serta bagaimana masyarakat juga harus memiliki tanggung jawab moral untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Menurutnya, salah satu penyebab banyaknya krisis di masyarakat adalah hilangnya akhlak dalam kehidupan politik dan pemerintahan.
- Bab tentang Akhlak terhadap Lingkungan: Sebuah aspek yang sering terlupakan, Quraish Shihab menekankan bahwa Islam juga mengajarkan akhlak terhadap lingkungan. Tidak hanya hubungan manusia dengan manusia yang penting, tetapi juga hubungan manusia dengan alam. Manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.
5. Relevansi Buku dalam Konteks Zaman Modern
Salah satu keunggulan buku ini adalah relevansinya dengan berbagai fenomena kehidupan modern. Quraish Shihab menyoroti berbagai permasalahan kontemporer seperti materialisme, individualisme, serta kemerosotan moral yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dia mengaitkan fenomena-fenomena tersebut dengan hilangnya nilai-nilai akhlak di kalangan masyarakat.
Penulis juga menyentuh isu-isu global seperti kerusakan lingkungan, konflik antarbangsa, dan ketidakadilan ekonomi, yang menurutnya berakar pada hilangnya etika dan moralitas yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara dan berpolitik. Dalam buku ini, Quraish Shihab memberikan kritik yang halus namun mendalam terhadap perilaku sebagian besar manusia modern yang terlalu fokus pada kesuksesan materi dan melupakan pentingnya kesuksesan moral.
6. Kelebihan Buku
- Kedalaman Pemahaman: Quraish Shihab adalah seorang ulama yang mendalami ilmu tafsir dan filsafat Islam, sehingga setiap pemikiran yang disampaikan dalam buku ini dilandasi dengan pengetahuan yang mendalam tentang Al-Qur’an dan Hadis. Dia mampu menyampaikan konsep-konsep akhlak dengan jelas dan aplikatif, membuat pembaca dapat melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
- Penggunaan Kisah-Kisah Inspiratif: Kisah-kisah yang diambil dari kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya memberikan warna tersendiri dalam buku ini. Kisah-kisah tersebut tidak hanya menjadi teori, tetapi juga contoh konkret yang dapat diteladani oleh pembaca.
- Kontekstualisasi dalam Kehidupan Modern: Salah satu kelebihan utama dari buku ini adalah kemampuannya untuk mengaitkan ajaran-ajaran Islam dengan permasalahan kontemporer yang dihadapi masyarakat modern. Hal ini membuat buku ini relevan dibaca oleh siapa saja yang ingin memperbaiki diri di tengah dunia yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
7. Kekurangan Buku
Meskipun buku ini sangat kaya dan bermanfaat, beberapa pembaca mungkin merasakan bahwa bahasanya terkadang terlalu berat, terutama bagi yang belum terbiasa dengan istilah-istilah agama. Selain itu, penekanan pada ajaran moral yang berulang di beberapa bagian bisa terasa monoton bagi sebagian pembaca.
Buku Yang Hilang dari Kita: Akhlak adalah bacaan yang sangat penting, terutama di zaman di mana kemajuan teknologi dan perubahan sosial seringkali mengikis nilai-nilai moral. M. Quraish Shihab dengan keahliannya dalam menafsirkan ajaran Islam, berhasil menyampaikan pesan penting bahwa akhlak harus menjadi pilar utama dalam kehidupan manusia, bukan hanya dalam lingkup agama, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Buku ini mengajak kita untuk merenung, memperbaiki diri, dan mengembalikan nilai-nilai akhlak yang hilang, agar tercipta dunia yang lebih damai, adil, dan beradab.
